Jujur saya kaget dan tak habis pikir dengan adanya pemberian penghargaan kepada sepuluh orang dengan istilah WARGA UTAMA. Yang membuat saya kaget,penghargaan itu diserahkan pada puncak HUT 348 Tahun Kota Padang. Yang lebih membuat saya kaget lagi yang menyerahkannya Gubernur Sumatera Barat, Prof Dr H Irwan Prayitno PSi MSc, 7 Agustus, 2017.

Sayang sekali data tentang siapa kesepuluh warga Kota Padang yang mendapat penghargaan WARGA UTAMA itu ndak pula lengkap. Penghargaan WARGA UTAMA disebarkan Staf Humas Provinsi Sumatera Barat, Zardi Syahril di akunnya. Tapi dari foto ada beberapa yang saya kenal dan ada yang tidak, terutama  yang terlihat dalam foto rambutnya gondrong, tapi pakai jas.
Sekiranya saya dapat pun kesepuluh nama, ndak mungkin jugalah akan saya tulis. Kenapa? he he he jawabnya. 

Saking penasarannya, saya mencoba bertanya kepada mbah gogle. Tapi sangat disayangkan setelah saya lacak, tak ketemu. Yang ketemu hanya waga negara, atau warga kota atau kabupaten. Tapi dalam kamus negara tentangga, saya temui ada istilah WARGA EMAS. Menurut Portal Rasmi Kebajikan Jabatan Masyarakat;" Warga emas ditakrifkan mereka yang berumur 60 tahun ke atas. Takrifan ini berpandukan kepada takrifan yang dibuat di "World Assembly On Ageing 1982" di Vienna." 

Khusus WARGA EMAS ini di Malaysia  mendapatkan bantua keuangan, dengan istilah Bantuan Orang Tua (BOT) yang diberikan RM 300 sebulan seorang sebagai saraan hidup kepada warga emas yang memerlukan bantuan supaya terus tinggal dalam komuniti. Selanjutnya pemberian bantuan ini ditentukan pula; 1berumur 60 tahun ke atas, 2. tiada sumber pendapatan untuk menyara hidup; dan 3. tiada keluarga atau mempunyai keluarga yang tidak berkemampuan untuk memberi sumbangan.

Lantas timbul pertanyaan saya, apa sih kelebihan dari WARGA UTAMA Kota Padang ini? Kemudian, apa pula dasar penetapannya sebagai WARGA UTAMA? Begitu yang bersangkutan dinobatkan sebagai WARGA UTAMA, apa pula fasilitas yang diperolehnya dari Pemko Padang? 

Kelebihan yang saya maksudnya, apakah  sipenerima penghargaan WARGA UTAMA Kota Padang ini, seorang pahlawan yang rekan jejaknya memang telah teruji dan terbukti. Seperti pahlawan yang ikut bertempur di medan perang bersama BAGINDO AZIZ Chan, atau punya keahlian yang terukur dan truji di tingkat dunia, seperti juara ilmu matematika, atau ilmu yang dipertandingkan tingkat dunia. Kemudian, yang bersangkutan warga Kota Padang.

Kemudian, barometer apa atau kajian apa, atau hasil survei siapa, kok yang bersangkutan di berikan penghargaan WARGA UTAMA Kota Padang. Apa mereka pembayar pajak terbaik, atau PBB. Atau juga tak pernah melakukan dosa sosial, seperti selingkuh dan tak pernah pula melanggar Undang-undang lalulintas. 

Selanjutnya, sebagai masyarakat yang mendapatkan penghargaan WARGA UTAMA Kota Padang, fasilitas apa yang dimilikinya, seperti mengurus segala izin, gratis. Atau anaknya bersekolah di Kota Padang gratis, mulai dari SD sampai perguruan tinggi, termasuk berobat disemua rumah sakit dibawah koordinasi Pemko Padang. 

Jadi, kalau tanpa dasar yang ilmiah, janganlah membuat istilah penghargaan yang aneh-aneh, Cukuplah Rekor MURY saja yang tolak ukurnya, sesuai seleran pemberi hadiah dan keanehannya. Kalau mau juga memberikan peghargaan, perjelas tolak ukurnya dan jelaskan kreterianya. Seperti Hadiah NOBEL, jelas kreteria dan tolak ukurnya.

Kemudian, kalau penghargaan dikaitkan dengan prestasi, jelaskan kreterianya, semoga warga Kota Padang berlomba-lomba pula untuk bisa menjadi WARGA UTAMA. Jangan  sampai berdasarkan main takok owok sae.DIRGAHAYU  348 Tahun Kota Padang, my country. (Penulis wartawan Tabloid Bijak dan Padangpos.com)