TABLOID BIJAK.COM (Padang Pariaman)—Kafilah Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Kabupaten Padang Pariaman, berhasil keluar sebagai Juara Umum Dua, Tingkat Provinsi Sumatera Barat dan berhasil membawa  24 emas yang diperoleh dari 9 Cabang perlombaan. 

Bupati Padang Pariaman, Drs. H.Ali Mukhni,  pada acara Penyambutan Kafilah Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Ringan Ringan, Minggu, (6/8/2017) kemaren, berjanji akan berikan  dukungan pemberangkatan Para Kafilah dan Pelatih  ke Tingkat Nasional.

“Karenakan kenaikan Rangking yang signifikan dari  urutan  12 pada penyelenggaraan MQK sebelumnya tahun 2016, menjadi Juara II Umum Tingkat Provinsi pada tahun 2017 ini,” ujar Ali Mukhni.

Dikatakan, Insyaallah semua kafilah dan pelatih akan kita bantu dana dari Pemda Padang Pariaman, untuk keberangkatan ke tingkat Nasional nanti.  Mudah-mudahan dari 24 kafilah, paling tidak 12 diantaranya dapat juara di tingkat Nasional.

Lebih lanjut disampaikan, Ali Mukhni, mengaku prihatin  atas degradasi moral yang kini menimpa banyak anak bangsa. “Saat ini kita dengar di Lubuk Alung ada  kelompok-kelompok atau geng Kenakalan Remaja yang sangat mengganggu masyarakat di malam hari, yang membawa senjata-senjata tajam, membuat cemas dan mengkhawatirkan kita semua. 

Timbulnya geng serta kenakalan remaja tersebut sangat kita sayangkan, sehingga kami apresiasi adanya para santri yang mau belajar di Pondok Pesantren yang nantinya diharapkan membentuk anak-anak dan generasi muda yang berakhlak mulia, bebas dari segala penyakit masyarakat termasuk Narkoba.

Ali Mukhni sebagai Bupati Padang Pariaman, dua periode juga mengapresiasi Pondok Pesantren Nurul Yaqin sebagai ponpes tertua di Padang Pariaman, tetap komit  dalam mengajarkan ilmu agama serta akhlak baik pada santrinya. 

Keberhasilan Ponpes tersebut diakui oleh masyarakat dengan semakin meningkatnya jumlah siswa yang ingin mendaftar kesana untuk belajar.  Meski begitu, dengan kekurangan fasilitas menyebabkan tidak semua pendaftar tertampung  di setiap tahun ajaran baru. 

Sebelumnya Ketua Yayasan Idarussalam menyampaikan rasa terima kasih,  kepada Bupati Ali Mukhni yang selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, sangat perhatian kepada pendidikan keagamaan masyarakatnya, termasuk para santri dan pengajar di Ponpes Nurul Yaqin. 

Hal tersebut ditunjukan dengan setiap acara keagamaan yang diadakan selalu diusahakan dihadiri oleh kedua pimpinan solid tersebut. Pada kesempatan itu,  Bupati dan Wakil Bupati ikut menghadiri acara Pengukuhan 34 Tuanku serta Memperingati 100 hari wafatnya pendiri Pondok Pesantren Ringan-Ringan , Abuya Syekh Ali Imran Hasan bulan Juli lalu. 

Ketua Yayasan Idarus Salam, merupakan anak dari pendiri Ponpes Nurul Yaqin tersebut menceritakan banyaknya pendaftar, menyebabkan penerimaan siswa baru harus diseleksi karena tidak tertampung di bangunan serta asrama yang ada saat ini, disamping kondisi  Pondok yang belum dialiri air PAM. 
Bupati  Ali Mukhni sekaligus sebagai pembina Yayasan langsung menanggapi  dengan mengatakan bahwa Kepala PDAM sudah dihubungi untuk dapat segera memasukan air PAM ke Pondok Pesantren.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Padang Pariaman,Suhatribur SE,MM, Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Pariaman,Drs. Helmi M.Ag, Ulama Tk.Jali Sadana serta para pimpinan pesantren.

Para kafilah yang membawa pulang emas juga secara bergiliran menunjukkan kebolehan mereka dalam membaca Kitab Kuning dan menterjemahkannya kedalam Bahasa Indonesia, serta para pelatih memberi pertanyaan bergiliran seperti halnya yang dilakukan dalam suatu perlombaan. (rel/amir)