BIJAK ONLINE.COM (PASAMAN BARAT)-Masyarakat  Nagari   Batahan dan Nagari Desa Baru, sangat  berharap Bupati Pasaman Barat untuk memperhatikan nasib mereka dengan membangunkan jembatan gantung  sepanjang 80 meter  di atas Sungai Batang Batahan  Jorong Pasir Panjang, Nagari Batahan  yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Sekarang kondisi jembatan gantung yang kami lalui   sangat memprihatinkan. Sementara jembatan ini merupakan jembatan alternatif 300 KK menuju perkebunan sawit, serta hasil panen komoditi lainya," kata Sukarmanto, Ketua Tano Tinggal Landas, ketika dihubugi Tabloid Biajak, Senin, 8 Agustus 2017.

Khusus untuk sawit, kata Sukarmanto, dibawa melalui jembatan tersebut sekitar 20 ton setiap harinya. "Kondisi jembatan yang sudah rusak itu, jelas sangat menyulitkan para petani," katanya yang juga berharap bantuan kepada Gubernur Sumbar. 

Menurut Sukarmanto, melihat kondisi jembatan yang lantainya sudah banyak yang rusak tersebut,  sudah selayaknya mendapat penggantian jembatan baru, ataupun di anggarkan Pemerintah Daerah Pasaman Barat. "Besarnya dana untuk membangun jembatan tersebut, tak bisa lagi mengandalkan dana nagari atau swadaya masyarakat nagari," tambahnya.

Kemudian, kata Sukarmanto lagi, walaupun jembatan tesebut sudah   dalam kondisi rusak parah serta tidak layak pakai,  namun  warga masih saja tetap memanfaatkannya  untuk mengeluarkan hasil tani  mereka dengan berbagai perasaan," tambahnya.

Secara terpisah,Walinagari Batahan, Slamet Riadi mengakui kalau jembatan gantung tersebut perlu dibangun atau diperbaiki. "Saya sudah mencoba untuk membawa persoalan jembatan ini ke pemerintah kabupaten, tapi masih belum ada respon dan saya akan berupaya terus," katanya.

Jembatan gantung terseut, kata Slamet Riadi, termasuk jembatan alternatif untuk mendukung geliat ekonomi masyarakat. "Saya khawatirnya jatuh korban dari kondisi jembatan tersebut," katanya.  (Arafat)

google+

linkedin