BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Masyarakat taat pajak, merupakan pahlawan pembangunan bagi bangsa. Sehingga pembangunan infrastruktur, biaya pendidikan, kesehatan, subsidi, pembayaran gaji PNS, TNI/Polri serta pembangunan fasilitas publik sebagian besar dibiayai dari sektor pajak.

Hal tersebut disampaikan Walikota Riza Falepi dalam sambutannya pada acara peresmian Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Payakumbuh, Jalan Soekarno Hatta No. 35 Payakumbuh, kemaren.

Dijelaskan Walikota Riza, penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara didominasi dari instrumen pajak yaitu sekitar 80%. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta masyarakat sebagai wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan Negara dan pembangunan nasional.

“Oleh karena itu, peran pajak menjadi faktor yang sangat penting bagi kesejahteraan bersama. Serta mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Untuk pencapaian target penerimaan Negara diperlukan kerjasama sinergi dengan para stakeholder terkait.

“Untuk pencapaian target penerimaan Negara di bidang perpajakan diperlukan kerjasama sinergi dengan para stakeholder yaitu institusi pemerintah, perbankan, notaris, pengusaha, tokoh masyarakat dan wajib pajak, “ujar Riza.

Walikota Riza sangat berharap dengan berdirinya gedung baru KPP Pratama Payakumbuh dapat meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak di daerah ini. Dilengkapi fasilitas yang baik dan serta tersedianya sarana dan prasarana yang representatif dapat memberikan pelayanan kepada wajib pajak dengan baik pula. 

Memang, disamping peningkatan SDM, seharusnya dalam melayani masyarakat diperlukan sarana yang nyaman, baik, dan suasana yang damai. Semoga KPP Pratama Payakumbuh ini dapat menjadi kantor yang dapat banggakan,”terang Riza.

Sementara itu Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiateadi yang turut hadir dalam peresmian gedung baru tersebut mengungkapkan, KPP Pratama Payakumbuh dibangun adalah sebagai bukti penerimaan pajak semakin meningkat.

“Kantor ini dibangun karena perkembangan penerimaan pajak semakin meningkat. Kedepan semoga dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Gedung baru ini sejatinya bukan untuk tempat pembayaran pajak, melainkan untuk meningkatkan pelayanan kepada para wajib pajak, untuk berkonsultasi tentang pajak itu sendiri,”papar Ken Dwijugiateadi. (ada)