BIJAKONLINE.COM. (PASAMAN BARAT)-Ketua Lembaga Pengawas Pelaksanaan Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (LP3DRI) Burhan Sikumbang, mensinyalir pekerjaan Jalan Nasional di Pasaman Barat, tepatnya di Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman, yang dikerjakan PT Rimbo Paraduan mempergunakan material tidak sesuai perencanaannya.

"Pengerasan yang di lakukan pihak perusahaan hanya memakai bahan material biasa, tak sesuai ketentuan," kata Ketua LP3DRI, Burhan Sikumbang kepada TabloidBijak.Com, di Aia Gadang, Kamis, 10 Agustus 2017.

Berdasarkan data lapangan, itu, kata Burhan Sikumbang, disyinyalir timbunan yang dilakukan pihak PT Rimbo Paraduan ada terindikasi  memakai sirtu atau koral biasa yang di datangkan masyarakat dari sungai yang ada di sekitar wilayah itu dan ada juga melalui galian C yang ada.

Menurut Burhan, pekerjaan yang di lakukan perusahaan tersebut mulai dari Jorong Batang Lingkin sampai ke Jorong Pasia Bintungan, Nagari Aia Gadang, selain adanya timbunan yang tidak sejuk di pandang mata juga terlihat pinggiran jalan yang tidak mereka gali, apakah hal tersebut sesuai dengan petunjuk teknis atau tidak mereka tidak tahu.

Kemudian, kata Burhan lagi, diharapkan pihak terkait untuk lebih ekstra ketat dalam melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan pihak perusahaan. Kenapa? Karena pihak perusahaan bisa saja melakukan pekerjaan diluar ketentuan yang ada," katanya sembari menambahkan, jelasnya masyarakat tidak tahu dengan hal ini.

Sementara Fajar Suwito, yang merupakan koordinator lapangan, menyampaikan,  kalau apa yang mereka kerjakan itu sudah sesuai dengan ketentuan yang ada. "Apa yang kami kerjakan telah sesuai dengan ketentuan," katanya.

Menurut Fajar Suwito, galian yang di lakukan akan di timbun sebanyak tiga lapis, seperi lapis pertama merupakan bahan material tmbunan pilihan, lapis ke dua adalah bahan material jenis B dan lapis ke tiga adalah bahan material klas A.

Sedangkan bahan material jenis A dan B mereka beli ke perusahaan PT Baretta."Untuk sirtu mereka beli ke masyarakat yang di handel kepala jorongan dan walinagari," ulasnya dengan singkat. (Arafat)