BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Guna mendukung Upsus (Upaya Khusus) Pajale (Padi, Jagung, dan Kedele), serta mengoptimalkan Luas Tambah Tanam (LTT) dan instensifikasi padi, bertempat di hamparan Kelompok Tani Tunas Mekar, kelurahan Payobasung, kecamatan Payakumbuh Timur, Senin (31/8).

Manfaat tanam padi serentak, selain untuk memutus siklus hidup hama, juga untuk pengaturan pemakaian air lebih mudah, dan ketersediaan benih yang ditanam akan tercukupi. Kegitan tersebut dilaksanakan tanam secara serentak komoditi padi oleh Sekretaris Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Antoni Wijaya, mewakili Walikota.

Dalam kesempatan itu, Antoni Wijaya mengatakan, untuk sasaran tanaman padi, di Kota Payakumbuh, luas lahan Baku Sawah lebih kurang 2.751 Ha. Tahun 2017, Payakumbuh memiliki taget tanam padi seluas 7.452 Ha. Dengan Indeks Penanaman (IP) 2,71, target tanam bulan Januari-Juni 2017 lebih kurang 3.609 Ha (48,42 %). 

Realisasi tanam bulan Januari-Juni 2017 3.466 Ha (46,51 %). Kekuarangan tanam bulan Januari-Juni 2017 lebih kurang 143 Ha (1,91 %). Kekurangan ini disebabkan masih ada sawah yang setelah panen belum bisa diolah karena tidak adanya air sehingga terjadi tunda tanam.

Untuk tanaman jagung, tahun 2017, Payakumbuh memiliki target 41`9 Ha. Taerget tanam bulan Januari-Juni 2017 lebih kurang 225,0 Ha. Realisasi tanam bulan Januari-Juni 2017 lebih kurang 164,8 Ha. Sementara kekurangan tanam jagung sampau Juni 2017 lebih kurang sebanyak 60,2 Ha.

“Upsus untuk tanam padi, dilakukan percepatan tanam, pengolahan tanah lebih awal dengan memakai Alsintan, dan penyemaian benih dilakukan sehari setelah panen. Untuk produktifitas ditambah dengan sampel ubinan swakarsa. Tahun 2016, realisasi luas tanam 6.851 Ha dan realisasi luas panen 6.628, dengan rata-rata hasil ubinan/produktifitas 2016 lebih kurang 5,39 ton/Ha, serta Total Produksi 37.302 Ton,” jelas Antoni. (ada)