BIJAK ONLINE (Padang)-Tampaknya, tidur Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Aswin bakal tak nyenyak lagi. Kenapa? Karena kasus dugaan "penyunatan" dana tranfortasi atlet dari penginapan ke arena lomba dipotong alias "Disunta" akan dilaporkan LSM Mamak ke pihak penegak hukum.

Berdarkasan informasi yang dihimpun Tabloid Bijak, dalam DIPA Kadispora Kota Padang mengusulkan pemakaian sekitar 21 unit mobil dan faktanya hanya memakai 18 unit. Dana yang dibayarkan kepada 1 unit mobil juga disinyalir disunat.

Dalam anggaran DIPA tercantum 1 unit mobil dengan anggaran Rp 1.500.000. Fakta yang dibayarkan panitia bidang transfortasi ke sopir mobil Rp 800.000 dan terjadi pemotongan sekitar Rp 700.000. Kalau dikalikan 21 unit mobil dikalikan Rp 700.000 terjadi pemotongan sekitar Rp 14.700.000.

Sementara kebutuhan mobil dalam DIPA 21 unit dan yang dipakai hanya 18 unit dan terjadi lagi permainan pat gulipat. 21-18= 3 unit mobil dan dikalikan Rp 1.500.000 = Rp 4.500.000. Dari modus tersebut, panitia bidang transfortasi diperkirakan meraup keuntungan 14.700.000 + Rp 4.500.000 = RP 19.200.000. 

"Dalam DIPA memang satu unit mobil dianggarkan Rp 1,5 juta," kata salah seornag staf di Dispora Padang, yang minta namanya jangan dituliskan. 

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Aswin ketika dikonfirmasikan melalui selulernya mengucapkan terima kasih atas informasi adanya dugaan penyunatan dana tersebut dan berjanji akan menelusuri permasalahan tersebut. "Masalah transfortasi ditangani pihak perhubungan," katanya. (PRB)

google+

linkedin