BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai pakar olahraga yang jadi guru besar di Universitas Negeri Padang, Prof Eri Berlian menyarankan agar pelaksanaan Festival Dragon Boat Internasional yang 15 ini dievaluasi secara total. Tujuannya, agar ada perbaikan dan tidak centang parenang, sehingga menimbulkan kesan perlombaan hanya untuk menghambur-hamburkan dana APBD Kota Padang tanpa ada manfaatnya.

"Saya sangat sependapat dengan komentar bapak walikota saat acara pebukaan, yang menyarankan agar pelaksanaan Festival Dragon Boat terencana dengan baik dan punya program yang matang," kata dosen Fekultas Ilmu Keolahragaan UNP ini ketika dihubungi Tabloid Bijak melalui selulernya, Sabtu, 5 Agustus 2017.

Kini, kata Eri Berlian, Festival Dragon Boat bisa dikatakan dikerjakan oleh orang-orang yang tidak paham dan mengerti dengan kejuaraan. "Serahkan pekerjaan itu kepada ahlinya dan jangan mentang-mentang jadi pejabat di dispora, lantas sudah sok tahu dan mengerti pula," kata Sekretaris Umum PODSI Sumbar ini, yang hanya ikut membantu dari segi teknis perlombaan saja dan tidak ikut membantu dari segi perencanaan. 

Menurut Eri Berlian, dirinya banyak menerima masukan, kritikan dari beberapa panitia pelaksana tentang berbagai hal yang ada kaitannya dengan pelaksanaan Festival Dragon Boat. "Kalau menurut saya, pelaksanaan tahun ini memang agak centang parenang dan banyak terjadi mis komunikasi, sehingga menganggu perlombaan, seperti lampu listrik yang tak bisa menerangi alur lintasan sungai, yang berakibat pertandingn tak bisa dilakukan malam hari," katanya.

Dari segi jumlah peserta pun, kata Eri Berlian lagi, ada penyusutan dan keengganan tim luar untuk datang berlomba di Padang. "Kenapa dan apa penyebabnya dan fakta ini pun harus dievaluasi," tambah dosen yang bersuara vokal ini, yang banyak diminta daerah lain sebagai panitia pelaksana.

Khusus acara serimonial pembukaan, tak terlihat bobot dan kualitasnya sebagai sebuah kejuaraan berlabel internasional. "Kalau tahun lalu, kita masih bisa melihat penampilan para penari yang melenggok-lenggok di atas ponton dengan membawa tari tradisonal Minangkabau," kata Eri Berlian.

Dari kajian dan tinjauan parawisata pun, Festival Dragon Boat ini tak ada nilai apa-apanya untuk mendorong industri wisata Kota Padang. "Akibatnya, wajar saja kalau ada yang menilai kalau Festival Dragon Boat, hanya bertujuan untuk bagi-bagi fee dan proyek bagi pejabat dispora dan beberapa masyarakat lainnya," ujarnya lagi.

Nada yang sama juga disampaikan Nofrianto Lublin yang akrab dipanggil Noa Rang Kuranji. Menurutnya, terlalu banyak hal-hal yang perlu dikritisi dari pelaksanaan Festival Dragon Boat ini. "Salah satu yang mencolok dalam pembuatan baliho yang terkesan asal jadi, yang diseign foto tak mencerminkan kegiatan olahraga dan nama pejabat yang ditampilkan di baliho pun tak ada, sehingga merusak citra sebuah lomba berkelas internasional," tambahnya.

Jujur, kata Noa, Kadispora Padang seakan tak punya kemampuan untuk melaksanakan kejuaraan Dragon Boat ini. Begitu juga dengan pejabat di dispora itu. "Tampaknya mereka-meraka itu hanya untuk mengerogoti  kepeng APBD tnpa memikrkan kesuksana acara," tambah anak nagari Kuranji ini.

Jika pelaksanaan Festival Dragon Boat seperti ini, lanjut Noa, sebaiknya tahun depan perlombaan ini ditiadakan saja lagi. "Daripada mahabiskan kepeng, rancaklah dana untuk perlombaan yang centang parenang ini dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga lain," tambah alumni Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bobjol Padang ini. 

Yang ironisnya lagi, kata Noa, katanya Festival Dragon Boat akan dihadiri dua menteri, menpora dan menteri pariwisata. "Faktanya, jangankan dua menteri, pak gub dan wagub saja tak tampak hadir saat pembukaan, kenapa dan ada apa ini," ujarnya.

Sementara Kadispora Padang, Aswin mengakui kalau ada terjadi mis komunikasi pada panitia pelaksana. "Kita berharap, tahun depan lebih mantap dan terprogram dan saya sangat berterima kasih kepada Prof Eri Belian yang masih mau mengorbankan waktu dan pikirannya untuk kesuksesan pelaksanaan Festival Dragon Boat," katanya, sembari menambhakan, Prof Eri Berlian tak hanya jadi panitia di Kota Padang, tetapi juga di daerah lain, karena kepakarannya..

Sebagai kadispora, kata Aswin, dirinya telah berupaya, agar Festival Dragon Boat berjalan sesuai dengan perencanaan. "Persiapan tahun ini memang agak tergesa-gesa dan tahun depan, kita upayakan persiapannya matang, termasuk masalah dukungan danaya," tambahnya. (Prb)