BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Akibat saluran irigasi mengering dan pecah serta rusak di tebing Ngalau Indah Payakumbuh, petani tidak bisa mengolah lahan sawah dan ladang pertanian lainnya.

Hal tersebut dikeluhkan kelompok tani (Keltan) Sawah Kareh kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat. “Nyaris seluruh tanaman petani terancam gagal panen karena kekeringan.

Di Kota Payakumbuh kelurahan Pakan Sinayan lebih kurang 3 haktare lebih ladang pertanian mulai dilanda kekeringan selama 2 tahun terakhir ini, “ujar ketua kelompok tani setempat Yusran Kamal kepada wartawan, Rabu (30/8).

Kami para petani mulai merasa khawatir karena padi, jagung dan tanaman lainnya terancam tidak berkembang. Sumber Air kali yang biasanya mengalir dari arah tebing bukit Ngalau Indah mulai turun drastis. Mau ditanami apa kalau air tidak ada. Air kali yang selama ini kami andalkan untuk menyirami tanaman terus berkurang dan nyaris mengering. Kami mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Memang belakangan hujan turun. Namun curah hujan tidak mencukupi kebutuhan sawah yang ditanami padi. “jelas Yusran. Menyikapi hal tersebut, Lurah Pekan Sinayan, kecamatan Payakumbuh Barat, Sandiko Buana, mengatakan, pemerintah kota Payakumbuh akan segera mencarikan solusi agar beberapa hektare ladang pertanian ini dapat terairi dengan menata ulang saluran irigasi yang sebagian besar rusak dan hancur akibat faktor alam.

“Kita harus berusaha dan kreatif, jangan jadikan sumber air masalah untuk menghentikan kita melakukan bercocok tanam. Banyak jenis tanaman yang bisa ditanam disaat kita kekurangan air. Untuk mengatasi ancaman gagal panen, para petani di kelurahan ini bisa beralih ke tanaman lain, “tegas lurah termuda itu. (ada)

google+

linkedin