BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Aksi kemanusiaan berupa kepedulian terhadap Muslim Rohingya di Myanmar terus berlanjut, setelah menggelar aksi penggalangan dana dibeberapa titik di kota Payakumbuh beberapa waktu lalu.

Kini aksi kemanusiaan bakal kembali dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan protes terhadap perilaku yang dialami oleh Muslim di Myanmar. Kegiatan tersebut akan digelar pada Minggu (17/9) sekitar pukul 07.00 Wib dan dipusatkan di Medan Nan Bapaneh Ngalau Indah kota Payakumbuh.

Rangkaian kegiatan tersebut, diantarannya, jalan kaki, orasi serta aksi teatrikal. Sejumlah tokoh dan pejabat Pemko serta seniman Payakumbuh, direncanakan bakal mengisi kegiatan tersebut. 

Ketua pelaksana Nasril Cutin didampingi Sekretaris, Zaki Purnama dari Yayasan Muslim bersaudara sehati, kepada sejumlah wartawan di Payakumbuh, Kamis (14/9), mengatakan, kita akan kembali melakukan aksi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap Muslim Myanmar, sekaligus sebagai bentuk protes terhadap perlakuan saudara-saudara Muslim disana. Kita mengajak warga untuk ikut meramaikan aksi tersebut.

Aksi jalan kaki dari kantor Balaikota baru Payakumbuh di Eks. lapangan Poliko menuju Kawasan Ngalau Indah direncanakan akan diikuti ribuan warga. Selain itu, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, Suwandel Mukhtar, Ketua DPRD Payakumbuh, YB. Dt. Permato Alam, Kepala Dinas Pariwisata serta Politisi Gerindra Payakumbuh Wulan Denura (anggota DPRD) serta Iyut Fitra (Seniman.red) bakal membacakan puisi kemanusiaan.

“Tidak itu saja, Anggota DPRD Propinsi Sumbar, Irsyad Syfar bakal memberikan tausiyah, juga bakal ikut menyampaikan orasi, Kepala Kemenag Kota Payakumbuh, Asra Faber serta dari Komunitas Intro yang bakal memperlihatkan aksi teatrikal. Kegiatan ini sangat didukung  Pemerintah kota Payakumbuh, Kemenag dan MUI, “ujar Nasril.

Sementara itu, ketua DPRD kota Payakumbuh YB Dt. Parmato Alam, mengatakan, arti penting reaktualisasi nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, perlu kita tingkatkan. Saya mengamati aksi-aksi solidaritas terhadap sesama selalu muncul sangat kuat pada momen-momen bencana.

Ini sebuah hal yang sangat  positif, yang perlu kita teruskan, perlu kita perluas, agar tidak hanya muncul pada saat bencana, tapi dalam keseharian. “Saya yakin, dengan adanya aksi kemanusian ini, masyarakat merasa diajak untuk memiliki rasa empati, rasa tenggang rasa terhadap sesama, yang mana hal ini adalah bagian dari nilai-nilai kesetiakawanan sosial, “ujar YB. Dt. Parmato Alam. (ada)






google+

linkedin