BIJAK ONLINE (TANAH DATAR)-Sebagai Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi menagatakan, akan mendukung dan sekaligus memfasilitasi, jika Universitas Negeri Padang berkeinginan membangun atau mendirikan kampus di daerahnya.

“Kami masyarakat Tanah Datar dengan tangan terbuka dan mendukung sepenuhnya jika didirikan kampus UNP di Tanah Datar. Kemudian, kita akan siapkan lahan untuk itu. Sirieh pulang ka tampuaknyo, kok karih pulang ka gagangnyo, semoga cita-cita bisa terwujud untuk kemajuan Sumatera Barat,” kata Irdinasyah Tarmzi  yang didampingi Kadis Dikbud Abrar dan Kakankesbangpol Irwan dalam orasi ilmiah berjudul;" Arah dan Kebijakan Pemerintah Daerah Tanah Datar dalam Mengelola Pendidikan," dihadapan rektor dan wisudawan UNP ke 109 di Padang, Senin (18/9).

Irdinansyah mengungkap fakta sejarah, UNP yang kini sudah berkembang luas dan menghasilkan banyak tokoh-tokoh berpengaruh bermula dari kawasan Bukik Gombak di Batusangkar. "Dulu, di Tanah Datar, berdiri Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) pada 1 September 1954. PTPG itu, sebut Irdinansyah, merupakan cikal bakal IKIP Padang yang kini sudah berkembang jadi universitas," katanya.

Menurut Irdinansyah, PTPG merupakan ide besar dari Menteri Pendidikan dan Pengajaran saat itu Prof. Mohammad Yamin, SH. “Ini adalah salah satu tonggak sejarah perguruan tinggi di Sumatera Barat, khususnya pendidikan keguruan,” ucap bupati.

Kemudian tahun 1956 PTPG bergabung dengan Universitas Andalas sebagai salah satu fakultasnya. Hingga tahun 1958 cikal bakal IKIP dan UNP itu masih beraktifitas di Batusangkar, tepatnya di Benteng Van der Cappelen saat ini.Bukti keseriusan pemerintah daerah memajukan sektor pendidikan, Bupati sampaikan beberapa inovasi yang dilakukan, di antaranya. Pemerintah melakukan penguatan peraturan daerah baik RPJP 2005-2025 dan RPJMD 2016-2020. “Hal ini penting dengan menegaskan bahwa pendidikan prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan,” sebut bupati.

Demikian juga dengan Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang penyelenggaraan pendidikan, di antara isinya memberikan pembinaan yang sama untuk seluruh lembaga pendidikan, baik yang berada di bawah pemerintah daerah maupun Kementerian Agama serta adanya Perda nomor 4 tahun 2008 yang mewajibkan pandai baca tulis Alquran bagi siswa SD yang akan masuk SLTP.

Bupati menyebut, Tanah Datar punya motto pendidikan yang telah dibuktikan, bahwa tidak ada anak Tanah Datar yang tidak bersekolah hanya karena tak punya dana dan tidak ada anak Tanah Datar yang tamat SLTA dan diterima di PTN, tidak jadi kuliah hanya karena tidak punya biaya.

“Sudah lima tahun Pemerintah daerah memberikan bantuan pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk bisa melanjutkan pendidikannya,” ucap bupati yang juga diberi penghargaan sebagai warga kehormatan UNP ini.

Kemudian dari segi pendanaan, kata Irdinansyah,  bersumber dari APBD, pada tahun 2012 dibantu sebanyak 499 mahasiswa dengan anggaraan Rp 1,2 miliar, 2013 sebanyak Rp 2,6 milyar untuk 877 mahasiwa, 2014 Rp2,5 miliar untuk 1.040 mahasiswa, 2015 Rp2,3 miliar untuk 1.100 mahasiswa dan 2016 sebesar Rp2,4 miliar untuk 1.260 mahaiswa. Tidak hanya itu pemerintah daerah juga mendapat dukungan Baznas Tanah Datar dan juga bantuan perantau.

 Selain itu, katanya lagi,  diberikan reward kepada siswa-siswa berprestasi. "Lebih dari 1.000 anak telah kita  berangkatkan ke Malaysia dan Singapura sebagai reward atas prestasi-prestasi yang diraih baik sebagai juara umum di masing-masing kecamatan, mendapat juara lomba bidang studi, olimpiade, seni dan lomba lainnya di tingkat propinsi dan nasional serta juga didampingi tentunya oleh guru-guru yang berprestasi juga," tambahnya

Secara terpisah ditempat yang sama, Rektor UNP Prof. Ganefri mengatakan, Tanah Datar tidak bisa dilupakan sebagai bagian sejarah terpenting Universitas Negeri Padang. Dari kota Batusangkar inilah kampus yang telah berakreditasi A dan dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih 37.000 orang ini lahir dan tumbuh menjadi salah satu kampus yang diminati oleh lulusan SLTA tidak hanya Sumatera Barat tetapi juga datang dari provinsi tetangga.

“Menjadi sebuah kebanggaan bagi civitas Universitas Negeri Padang, cikal bakal UNP lahir di kota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar,” sebut rektor yang disambut tepukan meriah dari guru besar dan seribuan wisudawan yang hadir.

Ganefri juga menyambut baik tawaran pendirian kampus UNP di Tanah Datar serta juga menyampaikan dukungan agar bisa didirikan monumen PTPG di Bukit Gombak Batusangkar sebagai tonggak sejarah lahirnya pendidikan tinggi keguruan di Indonesia khususnya Sumatera Barat. Terlihat hadir pada kesempatan itu Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D, Ketua Senat Universitas  Prof. Z. Mawardi Efendi, para guru besar, dosen, dan mahasiswa.* Risko Mardianto

google+

linkedin