HAMDALLAH. Allah masih memberikan karunia dan rahmat- Nya kepada ummat Islam yang dapat memenuhi panggilan-Nya untuk  menunaikan ibadah haji. Berangkat ke tanah suci, bukan hanya karena banyak harta, tapi lebih kepada niat. Kenapa? Karena ada ummat Islam yang punya harta berlimpah, tapi belum tergerak hatinya untuk beribadah haji. 

Sebaiknya, mumpung badan lagi sehat dan biaya untuk keberangkatan haji sudah mencukupi, ada baiknya pergi ke tanah suci dengan niat beribadah karna Allah. Manatahu, ada diantara hamba Allah yang mendapat nikmat haji mabrur.

Bagi saua, selama berada di tanah suci, baik di Madinah atau di Mekkah ada beberapa catatan kecil yang rasanya patut kita renungkan:

1.Ketika waktu shalat tiba, berduyun-duyun laki-laki dan perempuan datang ke masjid Nabawi di Madinah atau Masjidil Haram di Mekkah, yang  tidaj ke mesjid adalah meraka yang uzur atau wanita yang dibolehkan tidak ke masjid.

2.Kumandang azan dilantunkan lansung tanpa diawali dengan membaca shalawat nabi dan dengan irama sederhana, tidak  mendayu-dayu dengan irama lagu yagg syahdu.

3.Setelah azan ada shalat rawatib bagi yang  mau mengerjakannya, tapi ketika iqamah shalat sunnat itu lansung dihentikan kemudian shalat wajib, tidak menunggu makmum yang shalat rawatib.

4.Imam memimpin shalat diawali dengan perintah untuk  meluruskan shaf kemudian takbir yang diikuti oleh makmum,  imam tidak  membaca "basmalah" secara jahar diwaktu membaca Alfatihah dan ayat yang lain.

5.Selesai shalat, imam tidak  memandu membaca doa dan berzikir bersama, semua jamaah sibuk dengan  zikir dan doa masing-masing.

6.Selesai doa dan zikir  tidak  ada shalawat nabi dan tidak  ada saling salam-salaman sesama jamaah.

7.Kerapkali setelah shalat, imam memerintahkan untuk  ikut shalat jenazah, shalat jenazah dilakukan bagi yang  mau menshakatkan, selesai shalat jenazah tidak ada doa tambahan uuntuk mayit, doa cukup ketika dalam  shalat saja.

8.Selama berada di Madinah dan Mekkah tidak nampak wanita yang  tidak  pakai jilbab/ hijab bahkan banyak yg pakai cadar.

9.Selama di Madinah dan Mekkah dalam bus dan di pemondokan/hotel tidak terdengar suara musik dan nyanyian, walaupun nyanyian itu bertema shalawat, yang terdengar hanya suara azan, tilawatil qur'an dan suara talbiyyah.

10.Dalam perjalanan menuju atau pulang dari masjid, ada saja yang  menghadiahkan kurma, roti atau minuman untuk  jamaah, sambil menyerahkan hadiah itu mereka meyakinkan kita dengan ucapan"halal".

11.Rasa senang dan bangga kita melihat banyaknya ummat Islam menunaikan ibadah haji bukan hanya dari bangsa kita saja, rasa haru kita muncul saat melihat saudara kita dari India, Banglades, Azarbaijan, Kazakstan, Turky, Nigeria, dan belahan dunia lainnya, semuanya dengan  berbagai bangsa, ras dan bahasa datang ke tanah suci utk memenuhi panggilan Allah yaitu menunaikan ibadah haji.

Semoga sepenggal tulisan ini ada manfaatnya, khilafiyah yang terjadi di negara kita  bisa kita redakan, belajarlah kita dari realita ibadah yang dilakukan oleh ummat Islam di Madinah dan Mekkah dengan para Imam yg tdk diragukan kualitas mereka, wallhu a'lam, (Mukhlis Denros Sutan Denak (Mantan Anggota DPRD Kabupaten  Solok Fraksi PKS/ Pengurus Garda Anak Nagari,  Mekkah Al Mukarramah, 21 Zulhijjah 1438.H/ 12 September 2017.M)

google+

linkedin