TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)--Penguatan negara dan bangsa Indonesia harus dimulai dari penguatanan kehidupan berkeluarga. Jika kehidupan keluarga berlangsung dengan sehat, maka akan melahirkan generasi bangsa yang sehat, kuat dan mampu bersaing di era globalisasi sekarang.

Demikian terungkap dalam  Penyuluhan Reproduksi Sehat Dalam Upaya Mewujudkan Keluarga Sehat yang diselenggarakan Forum Kabupaten Sehat (FKS) Padang Pariaman kerjasama dengan Pemerintahan Nagari Sungai Buluh Selatan, Kamis (7/9/2017) di masjid Jamiatul Mukminin, Sungai Buluh Selatan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. 

Tampil sebagai  narasumber Sekretaris Forum Kabupaten Sehat Padang Pariaman Armaidi Tanjung, S.Sos, M.A  dan Kepala Bidang  Kesehatan Masyarakat Dinkes Padang Pariaman Zairil, SKM, M.Kes. Penyuluhan dibuka Sekretaris Nagari Sungai Buluh Selatan Roy Marshedo, dihadiri sekitar 100 kaum ibu,  perangkat nagari dan korong di Nagari Sungai Buluh Selatan.

Menurut Zairil reproduksi sehat amat penting untuk mewujudkan keluarga sehat. Reproduksi yang tidak sehat akan menimbulkan berbagai masalah dalam siklus kehidupan seseorang. 

”Diantara masalah yang terkait dengan reproduksi sehat dapat dilihat dari tingginya angka kematian ibu saat melahirkan, penangganan pasca kelahiran, bayi baru lahir (BBL).  Setiap ibu hamil harus bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Zairil.  

Keluarga yang sadar akan pentingnya reproduksi sehat, harus  mengawasi anak-anak dalam kesehariannya. Karena anak-anak sekarang rawan dengan ancaman narkoba, penyakit menular, pergaulan bebas.

”Setiap keluarga harus mengontrol anaknya sendiri. Jangan biarkan anak keluar rumah jika tidak jelas tujuannya. Apalagi keluar malam anak harus dikontrol,” kata Zairil menambahkan.

Dibagian lain, Zairil juga menyebutkan, masing-masing keluarga harus stop buang air besar sembarangan. Sehingga  universal acces (akses universal) sanitasi tahun 2019 dapat tercapai 100 persen di Kabupaten Padang Pariaman.  

Sementara Armaidi Tanjung menyebutkan, reproduksi sehat harus dimulai dari sejak dini. Reproduksi sehat tersebut harus  dilakukan dengan pasangan yang legal, resmi dan sah. Reproduksi sehat dimulai dengan ikatan pernikahan setelah ijab kabul. Perilaku berganti-ganti pasangan, free seks, bukanlah perilaku reproduksi sehat. 

“Dalam Al-Qur’an surat Al-Isra’ ayat 32,  jangankan melakukannya,  mendekati zina saja sudah dilarang. Karena  zina suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. Perilaku zina merupakan reproduksi tidak sehat,” kata Armaidi Tanjung yang juga penulis buku Free Seks No, Nikah Yes ini.  
Dikatakan Armaidi, bentuk perbuatan zina antara lain, seks pranikah,  selingkuh, kumpul kebo, pelacuran, gigolo, homoseksual, lesbian, perkosaan dan LGBT. Semuanya merupakan perilaku reproduksi tidak sehat dalam membentuk dan membangun sebuah keluarga. 

Sedangkan dari perbuatan zina yang tidak sehat tersebut setidaknya ada 12 akibatnya. Yakni, berkurangnya rezeki, merendahkan derajat manusia, hilangnya kehormatan wanita, anak lahir tanpa ayah, aborsi, hancurnya rumah tangga, berjangkit penyakit kelamin, terkena HIV-AIDS, munculnya mafia perdagangan wanita, mematikan rasa cinta, terputus wali nikah dan larangan  kawin dengan pezina, kata Armaidi Tanjung. 

Sementara itu, Sekretaris Nagari Sungai Buluh Selatan Roy Marshedo menyebutkan, tujuan kegiatan penyuluhan reproduksi sehat ini  dalam rangka mewujudkan keluarga  yang lebih sehat di  Nagari Sungai Buluh Selatan. Hal ini juga memperkuat ketahanan keluarga dari hal-hal negatif dan antisipasi terhadap ancaman berbagai penyakit yang bersumber atau berawal dari reproduksi yang tidak sehat.

“Sungai Buluh Selatan merupakan nagari yang baru dimekarkan. Sebagai nagari yang dekat dengan Kota Padang dan Bandara Internasional Minangkabau, tentu berbagai masalah kehidupan yang sangat berpengaruh terhadap keluarga. Pemahaman reproduksi sehat ini sangat penting diketahui oleh warga sehingga diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku reproduksi sehat,” kata Roy Marshedo.(rel/amir)

google+

linkedin