BIJAKONLINE.COM (Pasaman Barat)- Menindak lanjuti kasus korupsi kegiatan pembinaan narapidana di Lembaga Permasyarakatan Terbuka  Kelas II B Padang Tujuh, Nagari, Aua Kunian, Kecamatan Pasaman, Kabupaten  Pasaman Barat (Pasbar) Tahun 2013 Kejaksaan Tinggi (Kajari) Simpang Ampek tahan tiga orang tersangka, Selasa (12/9/2017)

"Ketiga tersangka ini ditahan terkait kegiatan pembinaan narapidana di Lembaga Permasyarakatan Terbuka Pasaman Kelas II B Tahun Anggaran 2013  yang meruhikan negara sekitar Rp 268 juta," kata Kajari Simpang Ampek, Teguh Wibowo, SH, MH, didampingi Kasi Pidsus,  Akfa Wismen, SH pada awak media di Simpang Ampek.

Dikatakan, ketiga tersangka terseb ut adalah Rizal Permana Z, mantan Kepala Lapas  Terbuka Kelas II B Pasaman Barat, Yunaidi, Pejabat Penandatangan SPM dan Deni Adri, seorang ASN Lapas Terbuka Kelas II B di Pasbar.

Sebelumnya, Rizal Permana Z, sekarang menjabat sebagai Kepala LP Kelas IIB Muaro Tebo, Provinsi Jambi, namun karena tersandung kasus pidana korupsi.yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sehingga ketiganya harus  dititipkan di Lembaga Permasyarakatan kelas  IIB Pintu Air, Kota Padang, ketiga tersangka langsung di giring masuk ke mobil Kajari simpang Ampek.

"Ketiga tersangka ini akan di tahan   selama 20 hari terhitung 12 September 2017 guna untuk mempercepat pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Sumatera Barat," katanya.

Kasus yang menimpa mereka, lanjutnya, adalah perbuatan tindak pidana korupsi kegiatan pembinaan narapidana di Lembaga Permasyarakatan Terbuka Pasaman Kelas II B Pasaman Tahun Anggaran 2013 dan diungkap Tahun 2015 di Pasaman Barat, shingga negara mrngalami kerugian Rp 268 juta.

Ketiga tersangka itu dijerat pasal 2 dan 3 dan pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1991 junto Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara penasehat hukum tersangka Kasmanedi, SH  mengatakan penahanan yang dilakukan penyidik merupakan tindakan hukum yang sudah diatur dalam undang-undang yang berlaku.

Sebagai penasehat hukum tersangka, ia akan melakukan pembelaan di persidangan guna mengungkap fakta dan bukti tindak pidana yang disangkakan kepada ketiga kalyennya. (Arafat)

google+

linkedin