BIJAKONLINE (Pasaman Barat)-Kapolres Pasaman Barat, AKBP,  Iman Pribadi, S.Ik, melalui Kasat Reskrim, AKP,  Chairul Ridha S,Ik menghimbau semua pemilik usaha pertambangan galian "C" untuk melengkapi izin sesuai dengan prosedur dan UU pertambangan.

"Kita berharap agar seluruh usaha  pertambangan galian " C" yang ada untuk  dapat melengkapi izin mereka, serta mengikuti alur prosedur pengambilan material yang telah di terbitkan izinnya, bukan di luar izin yang ada, sehingga tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada," kata Kasat Reskrim pada awak media di Mapolres Pasbar, Jumat (15/9/2017)

Dukatakan, selain harus melengkapi izin yang berlaku juga di harapkan agar para penambang galian "C" melakukan pengerukan material di lokasi yang di berikan izin bukan sebaliknya, sehingga tidak mengganggu atau merusak Daerah Aliran Sungai (DAS).

Seperti baru-baru ini lanjutnya, mereka mengmankan satu unit excavator dari tambang galian "C" di sungai Batang Saman, Jorong Kartini, Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, yang di sinyalir  mereka melakukan pengerukan material  diluar titik koordinat izin yang dimilikinya.

Selainmelakukan pemantauan keseluruh galian "C" yang ada,  pihaknyan juga menerima laporan dari masyarakat untuk di tindak lanjuti. Buktinya, adanya laporan masyarakat di Polres Pasaman Barat LP/34/IX/2017/SPKT – RES PASBAR tentang adanya aktifitas galian "C" dan pihaknya langsung bergerak dan melakukan pemantauan ke lokasi yang di laporkan masyarakat.

"Kita kelapangan bersamaan tim teknisnya,  yang terdiri dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kehutanan, sehingga kita tahu apakah mereka melakukan galian " C" pada titik koordinat atau tidak," katanya.

Operasi yang mereka lakukan ternyata membuahkan hasil, setelah melakukan kajian yang matang, terindikasi  menyalahi aturan UU pertambangan pihaknya langsung amankan satu unit excavator  dan  langsung dibawa ke Mapolres untuk diamankan.

"Kita menghimbau agar masyarakat terus  dapat bekerjasama dalam memberikan informasi-informasi yang bertentangan dengan hukum di tengah-tengah nasyarakat," katanya. (Arafat)

google+

linkedin