BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari PKS, Muhidi menegaskan bahwa partainya sampai sekarang belum ada menentukan figur atau nama bakal calon Walikota Padang, yang akan berkompetesi di Pilwako Padang.

"Sampai sekarang belum ada nama atau figur yang akan diusung PKS untuk mengikuti Pilwako Padang," kata Muhidi ketika dihubungi Tabloid Bijak, di DPRD Kota Padang, Rabu, 6 September 2017.

Menurut Muhidi, keputusan atau kepastian nama figur yang akan diusung ditentukan PKS pusat di Jakarta. "Kami sebagai kader hanya menjalankan kebijakan dari PKS Pusat dan sampai sekarang belum ada petunjuk dan perintah," kata politisi yang bersahaja ini.

Di PKS, kata Muhidi, penentuan bakal calon walikota itu berdasarkan hasil survei dari beberapa nama kader partai. "Bersabar dululah, kemungkinan Oktober 2017 mendatang sudah ada hasil survei dan sekaligus menentukan nama bakal calon," katanya.

Setelah hasil survei tentang calon, lanjut Muhidi, akan dibahas juga partai koalisi. Kenapa? Karena untuk mengusung calon walikota, PKS harus berkoalisi dengan partai lain. Bisa saja PKS berkoalisi dengan Gerindra dan tak tertutup pula dengan Partai Golkar, PPP, Nasdem dan partai lainnya. "Jadi PKS sangat terbuka untuk berkoalisi dengan partai lainnya dan keputusan final koalisi juga ditentukan PKS Pusat," ujarnya lagi.

Kemudian sebagai kader partai yang duduk di DPRD Kota Padang, tentu dirinya mempernyaring telinga untuk mengikuti perkembangan dan pemberitaan diberbagai media, baik cetak maupun online dan media elektronik. "Yang jelas PKS tetap ingin menang lagi di Pilwako Padang," tambahnya. (PRB)

google+

linkedin