TABLOIDBIJAK.COM (Kota Paariaman)— Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, M.Si, adakan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kabupaten/Kota dan lembaga lainya, Senin (18/9/2017) di Auditorium Gubernuran Sumbar.

Diantara Kabupaten/Kota yang ikut tanda tangan tersebut, Wali Kota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, MM, Walikota Sawahlunto, Bupati Pesisir Selatan, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Wakil Bupati Padang Pariaman dan Wakil Bupati Agam serta utusan dari Mentawai yang menandatangani MoU di bidang Pengembangan Kepariwisataan di daerahnya.

Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mengungkapkan bahwa Saat ini Kota Pariaman sedang giat-giatnya dalam meningkatkan sektor Pariwisata dengan pembangunan infrastruktur dan pelatihan di bidang kepariwisataan bagi masyarakat yang ada di lokasi destinasi wisata.

“Berkembangnya sebuah destinasi baru di suatu daerah, secara tidak langsung akan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar, dan hal ini akan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, yang nantinya berujung pada pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran,” tuturnya.

Diharapkan dengan adanya MoU ini, akan menambah semangat kami di daerah, untuk membuat kebijakan dalam pengembangan kawasan destinasi pariwisata di daerah kami masing-masing.

“Dengan keterbatasan dana yang ada di pemerintahan Kota Pariaman, melalui MoU ini, kita dapat dana pendampingan dari provinsi, selain program yang ada di Kementerian Pariwisata dengan APBNnya, sehingga akan sangat membantu pemerintah Kota Pariaman,” tutupnya.

Nantinya daerah yang telah menandatangani MoU ini akan mendapatkan dana pendampingan dari Provinsi Sumatera Barat sebanyak 40% dari aggaran yang ditetapkan, selain bantuan dari APBN yang akan diselaraskan dengan program Kementerian Pariwisata RI. 

“MoU ini sebagai langkah bagi kami di Provinsi Sumatera Barat, sebagai perpanjangan tangan dari pusat untuk mensinergikan kegiatan di daerah, dengan program yang ada di Kementerian dengan rincian, dari 100% pagu dana, 60%nya ditanggung daerah, dan 40% dari Provinsi Sumatera Barat,” tukas Irwan Prayitno.

Pariwisata di Sumatera Barat, telah terbukti dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, dampak yang timbul dari ramainya orang yang berkunjung ke destinasi daerah tersebut.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga ditandatangani MoU dengan Perguruan Tinggi dan Kopertis Wilayah X tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, serta MoU dengan Mercy Corps Indonesia tentang kebencanaan. 

Dengan adanya MoU ini, pihak perguruan tinggi dan Mercy Corps Indonesia nantinya akan mendapatkan bantuan dana dari APBN dalam rangka mewujudkan seperti apa yang disepakati dalam nota MoU tersebut.

“3 hal yang utama yang ada di Sumatera Barat, yang mendesak  saat ini, yaitu Pariwisata, Bela Negara dan Kebencanaan, sehingga Provinsi Sumatera Barat perlu mengambil langkah nyata untuk menyikapinya dengan melakukan MoU dengan Kabupaten/Kota yang ada di sumbar ini,” ucapnya. (J/amir)

google+

linkedin