BIJAK ONLINE (Pasaman)-Pemkab Pasaman, Sumbar mulai membangun Rumah Sakit (RS) Pratama di Muarabangun, Nagari Sitombol, Kecamatan Padanggelugur, Kamis kemaren.) 7 September 2017 .

Pembangunan rumah sakit tipe D tersebut dikerjakan oleh PT Spectratama Komala dengan nilai kontrak kerja sebesar Rp13,65 miliar dari total anggaran fisik bangunan senilai Rp14 miliar lebih. 
                  
Peletakan batu pertama oleh Bupati Pasaman, Yusuf Lubis. Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama, Ketua DPRD Yasri, Dandim 0305 Letkol Cosmas Pramunditho, Kapolres AKBP Reko Indro Sasongko, Kajari Pasaman, unsur Forkopimda, kepala SOPD, para camat dan walinagari turut hadir.

Yusuf Lubis mengatakan, peletakan batu pertama ini merupakan pembangunan rumah sakit pertama di kawasan utara kabupaten Pasaman ini.  "Ini adalah jawaban dari persoalan masih terbatasnya fasilitas kesehatan di daerah Pasaman.

Menurutnya pembangunan rumah sakit tersebut sekaligus untuk memenuhi ketersediaan rumah sakit dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin.

Untuk masyarakat  Utara Pasaman  seperti Kecamatan Rao Utara, Mapattunggul dan Mapattunggul Selatan, kehadiran rumah sakit itu sangat membantu mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Yusuf Lubis menegaskan, pembangunan rumah sakit harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sebab, rumah sakit ini akan melayani rawat inap, rawat jalan, gawat darurat.

 Pelayanan medik umum, RS Pratama juga dapat memberikan pelayanan medik spesialistik dasar, meliputi pelayanan kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, penyakit dalam dan bedah.

"Kita berharap pengerjaan rumah sakit ini tidak asal-asalan. Kontraktor harus mengedepankan mutu dan kualitas pekerjaan," katanya.

 Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, Amdrisman Anggaran pembangunan Rs Pratama bersumber dari dana Alokasi Khusus (DAK)  kementrian kesehatan (kemenkes) Ri dengan total anggaran Rp 33 Miliar

 Anggarannya sebesar Rp14 miliar untuk Gedung  Sisanya, untuk pengadaan alat-alat kesehatan senilai Rp19 Miliar.(Fauzan)

google+

linkedin