BIJAK ONLINE (Solok)- Melihat kenyataan akan ketertinggalan di Nagari Garabak Data Kecamatan Tigo Lurah membuat anak nagari itu mulai mempertanyakan komitmen Pemerintah untuk membangun "Kota di Dalam Hutan" tersebut. 

Seorang pelajar putri asal Garabak Data, Kesri Ramadhan mengaku kecewa akan janji-janji para pejabat daerah yang telah berkunjung ke Tigo Lurah namun tidak membuktikan janjinya. "Nagari kami ini perlu jalan bukan janji politil semata, hanya jalan. Pejabat datang kekampung selalu berjanji tapi buktinya tidak ada, semua janji kosong saja," ujarnya. 

Ibrahim Putra Tanjung yang mengaku berasal dari Kecamatan Tigo Lurah juga tidak jauh berbeda dengan rekan putrinya tersebut. Kepada Tabloid Bijak dirinya mengatakan kondisi jalan di Tigo Lurah yang sangat memprihatinkan. "Begitulah, bang. Dikampung saya transportasinya pakai kuda beban, ongkosnya mahal. Kendaraan serba cepat itu tidak ada, jalan saja seperti kubangan kerbau kalau dimusim hujan, masih tanah," tuturnya. 

Komandan Resimen Mahasiswa Satuan 104 Mahaputera Hendra Utama yang berasal dari Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kab. Solok turut angkat bicara. Dirinya mengomentari ihwal janji politik dari pejabat daerah yang tidak pernah terbukti membangun kampung halamanya itu. "Dari dulu kondisi Garabak Data itu setahu saya tidak berubah. Jalannya masih tanah. Saya berharap Pemerintah mau membangun jalan ke Garabak Data , tidak sekedar janji-janji saja," kata Komandan Menwa itu. 

Dirinya mengatakan kebutuhan jalan menuju Garabak Data sudah sangat mendesak dan ia berharap pemerintah tidak diam dan membiarkan Tigo Lurah terus tertinggal. 

"Kebutuhan jalan kesana sudah mendesak. Bayangkan, saat ini saja ongkos keluar masuk Garabak Data mencapai ratusan ribu rupiah, bagaimana masyarakat akan sejahtera itu", pungkasnya.

Seperti dilansir Kantor Berita Tabloid Bijak, kondisi Garabak Data di Kecamatan Tigo Lurah Kab. Solok memang jauh tertinggal di Kab. Solok, terutama jalan menuju kawasan tersebut yang masih berupa jalan tanah yang apabila musim hujan tiba dipastikan tidak satupun warga yang ingin keluar nagari itu akan sampai cepat ditempat tujuan. Meskipun media massa tidak pernah bosan menyuarakan aspirasi masyarakat tigo lurah tapi pemerintah daerah seakan tidak pernah muak dengan kemunculan berita kondisi garabak data yang tayang dimedia cetak dan online hampir setiap minggunya. Hal itu dikatakan oleh Peto Alam , salah seorang anak nagari Garabak Data. 

"Hampir tiap hari berita tentang Garabak Data tayang dan naik cetak dikoran-koran tapi Pemda seakan melawan dengan tidak pernah muak atas kemunculan berita itu, saya heran, apa Pemerintah tidak malu berita terkini Garabak Data selalu menjadi konsumsi publik, padahal banyak pejabat daerah yang koar-koar pakai kata kesejahteraan rakyat , terutama koar-koar di sosial media," ungkapnya beberapa waktu lalu. ** Risko Mardianto

google+

linkedin