BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)----Kapolres Lima Puluh Kota AKBP. Haris Hadis, mengatakan, ibu-ibu dan kalangan anak tidak perlu takut, tidak boleh larut dalam kesedihan, saatnya bangkit dan kembali beraktifitas seperti biasa. Untuk proses hukum berdarah Pilubang, masih berlangsung. 

"Penindakan hukum, akan kami lakukan secara profesional. Hari ini, kita hadir bersama, memberikan dukungan mental dan bersama-sama menghapus rasa trauma yang dialami masyarakat perempuan dan anak saat kejadian tersebut," sebut Kapolres Lima Puluh Kota Kota AKBP Haris Hadis di kantor Walinagari Pilubang, Harau, Limapuluh Kota, Minggu (17/9).

Tindakan pengurangan rasa trauma ini, dilakukan Tim Mekar dan bekerasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), bermain bersama anak-anak Pilubang. 

“Ada beragam permainan digelar untuk mengembalikan kepercayaan diri anak. Dari Sekolah Dasar Negeri Pilubang terpantau, puluhan polwan yang tergabung di dalam Tim Mekar dan para psikolog dan pengurus lainnya, “ujar Kapolres.

Sementara itu, Kabid PPA Yulia Masna, menyebutkan, apalagi, saat tragedi itu, kan beredar ya videonya, ada anak-anak yang berlari ketakutan, ibu-ibu berteriak histeris. Ini sangat menyentuh dan perlu recovery terus. Perlu trauma healing. Ini akan kita support, ujarnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKB-PPA) Lima Puluh Kota Yenni Elvi mengaku, sangat berterima kasih kepada Kapolres AKBP Haris Hadis yang selalu menghadirkan Tim Mekar, dalam setiap peristiwa yang melibatkan anak dan perempuan. "Ini barangkali tidak dimiliki daerah lain, kita bangga," kata Yenni Elvi.

Dia mengaku, pemulihan mental perempuan dan anak Pilubang, akan terus berlanjut. "Tahap pertama hari ini, kita siapkan fasilitas bagi perempuan dan anak di Pilubang, ada santunan juga. Nah, ke depan, akan berlanjut lagi. Sampai benar-benar dapat kita pastikan, situasi psikis masyarakat perempuan dan anak segera pulih, “papar Yenni Elvi. (ada)

google+

linkedin