BIJAKONLINE.COM (Pasaman Barat)-Sampai sekarang, masyarakat Jorong Pigoga Patibubur, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, masih belum menikmati penerangan listrik dari PLN. 

"Ini sangat miris sekali, selain beberapa kampung di wilayah kita ini langganan banjir, juga wilayah kita ini belum pernah merasakan penerangan dari PLN," kata Dohar  dan Bahrun, pada awak media di Simpang Ampek, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK) 1000 jiwa di tiga pekampungan Jorong Pigoga Patibubur sampai saat sekarang mereka  belum mendapatkan akses penerangan listrik yang layak  walau negara Indpnesia sudah 72 tahun lepas dari pe jajahan, akan tetapi mereka sampai sekarang masih juga terjajah.

" Disini siapa yang di salahkan, namun kenyataan pahit masyarakat kita tak pernah putus, baik itu harus menjadi langhanan banjir dan penerangan yang belum layak," katanya.

Walau kenyataan pahit yang harus di derita masyarakat, akan tetapi mereka terus berusaha memerdekakan diri dari kegelapan malam yang tidak ada cahaya yang bersahabat,  mereka melakukan suwadaya pembelian mesin generator listrik (Genset). Sedangkan sebahagian warga lainya yang mampu secara ekonomi membeli secara pribadi, namun kebanyakan perekonomian masyarakat di wilayah tersebut masih jauh darinapa yang di harapkan untuk melawan kegelapan.

Bukan saja sampai disitu, perjuangan dan harapan  mereka untuk keluar dari kegelapan malam juga telah di lakulan, namun sudah satu tahun merrka berjuang brlum juga tentu ujung pangkalnya, akan tetapi keberuntungan belum berpihak pada masyarakat.

Parahnya,  sebahagian besar warga telah melakukan pembayaran dan melengkapi persyaratan administrasi untuk mendapatkan pemasangan sambungan listrik baru dari pihak PLN, akan tetapi itu baru mimpi buat mereka/sudah lebih satu tahun belum juga ada realisasinya.

"Kami sudah membayar biaya administrasi sesuai apa yang di arahkan pihak PLN, akan tetapi sampai saat ini sudah lebih satu tahun  listrik juga ta menerangi kampung lami ini, kunjung masuk rumah kami," katanya.

Anehnya,  warga setempat sudah melakukan pembayaran pada pihak Biro, besaran biaya yang ditentukan Rp 2,8 juta. Bahkan sudah ada yang melunasi dan  sebahagian rumah warga juga sudah terpasang instalasi, namun sampai sekarang belum terkabul bahkan sudah di bayar meteran juga belum terpasang.

Saat di konformasi Kepala Jorong setempat, Zaliarnis, men mengatakan, kalau  pihak kejorongan dalam hal tersebut  tidak pernah  dilibatkan. Sehingga tidak mengetahui persis permasalahnya, namun informasi yang diperoleh dari masyarakat sebagian warga ada yang menghalangi pemasangan tonggak PLN.

"Kita tidak tahu-menahu dengan ini yang jelas kita tidak pernah di ikut sertakan  sehingga kita tidak tahu tentang perkembangannya," katanya.

Terpisah petugas layanan service PLN Simpang Ampek, Dedi Saputra pada awak media menyampaikan awalnya terjadi silang pe dapat antara masyarakat yang merasa di rugikan terkait masaalah gantirugi lahan dan  tanaman, sehingga terjadi keterlambatan.

Akan tetapi permasaalahan tersebut sudah menemukan titik tetangnya, sehingga sekaranh menunggu prpses penumbangan pphon yanh di rasa mengganggu jaringan listrik dengan harapan pemasangan  dapat terlaksana secepatnya.(Arafat)

google+

linkedin