PADA  6-10 Oktober 2017 lalu saya bersama tim investasi Sumbar melakukan kunjungan kerja ke Jerman. Selama di Jerman, ada beberapa kegiatan yang kami lakukan dalam rangka promosi Sumbar dan juga presentasi di beberapa kementerian dan para pebisnis yang ada di Jerman. 

Satu di antaranya adalah mengikuti  Allgemeine Nahrung Genussmittel Austellung (ANUGA ). ANUGA adalah salah satu ajang pameran makanan dan minuman (food and beverange) terbesar di dunia yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Acara ini diikuti oleh ribuan peserta dan pengusaha dari berbagai negara. Di antara ribuan peserta tersebut, puluhannya berasal dari Indonesia, dan berlangsung di Cologne, Jerman selama 7-11 Oktober 2017. 

Sumbar adalah satu-satunya provinsi yang diminta oleh Kementerian Perindustrian RI untuk menampilkan keunggulan kulinernya di acara ini. Kesempatan ini kami manfaatkan dengan baik. Selama acara berlangsung tim Sumbar di culiner stage hall 7, telah beberapa kali melakukan demo masak rendang dan juga uji rasa (tester).  Selain menampilkan kuliner Sumbar, di acara tersebut juga ditampilkan pertunjukan seni dan budaya Minang. 

Selain tampil di ANUGA, kami juga mendatangi beberapa kementerian yang ada di Jerman dan juga para pebisnis dan calon investor untuk mempresentasikan berbagai peluang yang akan kami tawarkan. Dari sekian presentasi yang kami lakukan, dari pihak Jerman ternyata sangat tertarik dengan investasi energi terbarukan. Jerman kini telah meninggalkan energi nuklir, kemudian secara bertahap juga meninggalkan energi batubara.  Dan berupaya maksimal menggunakan energi terbarukan seperti panas bumi (geothermal), minihidro dan mikrohidro, angin, matahari (solar), sampah (waste) dan juga yang lainnya. 

Pada tahun 2010, kedatangan kami ke Jerman telah menghasilkan kesepakatan kerja sama yang positif. Jerman mengundang kami untuk mengirim sumber daya manusia (SDM) untuk dilatih dan diberi pengetahuan tentang energi terbarukan. Setelah kunjungan tahun 2010 tersebut Sumbar rutin mengirimkan SDM ke Jerman. Namun setelah adanya larangan dari Kementerian Dalam Negeri pengiriman SDM tersebut tidak dilanjutkan.  

Dan setelah kunjungan kemarin ini, insya Allah akan kembali diadakan pengiriman SDM dari Sumbar, baik dari unsur Pemda, DPRD, Bupati/Wali Kota, tokoh masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Sehingga dengan demikian semakin terbentuk pemahaman yang baik terhadap pemanfaatan dan pengelolaan panas bumi dari berbagai pihak.

Pengiriman SDM ke Jerman sangat penting. Karena selama ini masih sangat sedikit orang yang paham tentang energi terbarukan.  Tidak sedikit yang menyamakan energi terbarukan itu seperti pertambangan batubara, emas, tembaga, dan lainnya. Di mana cara kerja tambang-tambang tersebut biasanya membuka lahan di lapisan atas dan kemudian dilakukan penggalian. Sehingga lingkungan menjadi rusak. Meskipun ada Amdal (Analisa mengendai dampak lingkungan) dan juga kebijakan pascatambang, lingkungan tetap dalam kondisi yang berbeda dengan sebelum dibuka. 

Sedangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan, atau biasa juga disebut energi hijau justru tidak merusak lingkungan. Bahkan turut menjaga lingkungan. Contohnya adalah energi panas bumi atau geothermal. Air yang digunakan untuk menghasilkan uap panas bumi sebagai sumber energi listrik akan dikembalikan lagi ke bumi. Dan agar energi panas bumi tetap tersedia hutan dan lingkungan harus terjaga dengan baik dan lestari. Maka para pelaku usaha energi panas bumi sangat berkepentingan untuk tetap terjaganya lingkungan dan hutan. Jika lingkungan dan hutan rusak, maka sumber energi tersebut akan hilang. 

Demikian pula dengan pembangkit listrik minihidro dan mikrohidro yang menjadikan bahan baku air sebagai sumber energi listrik. Pelaku usaha sektor ini akan tetap menjaga lingkungan sekitar agar air tetap mengalir terus. Jikapun ada alat-alat yang digunakan untuk pengoperasian energi terbarukan ini, maka tidak signifikan perannya terhadap kerusakan lingkungan. 

Dengan perbedaan yang mencolok antara pengelolaan energi fosil (tak terbarukan) dengan energi terbarukan ini, pemberian pelatihan oleh pihak Jerman di Muenchen bagi seluruh pemangku kepentingan di Sumbar tentunya sangat penting.  Baik kepala daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan lainnya, mereka butuh dijelaskan mengenai pengelolaan energi terbarukan ini. Sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman, bahkan semakin menambah pemahaman baru yang salah.

Oleh karena itu, kerjasama ini perlu terus dilanjutkan agar semakin banyak para pemangku kepentingan bisa mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang memadai bagaimana sebenarnya energi terbarukan itu. 

Kehadiran investasi energi terbarukan ini jelas berdampak positif, yaitu adanya penerimaan daerah, baik pajak maupun royalti. Di samping itu juga ada dana CSR untuk masyarakat, dan ada pula alokasi untuk pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan investasi energi terbarukan ini perlu didukung karena membawa dampak positif bagi masyarakat. 

Selain itu, dengan APBD yang tidak besar dengan pendapatan asli berupa pajak kendaraan bermotor (provinsi) dan retribusi pajak (kota/kabupaten), keberadaan investasi energi terbarukan ini berperan dalam meningkatkan perekonomian, baik bagi masyarakat dalam perspektif mikroekonomi maupun bagi pemda dalam perspektif makroekonomi.

Dengan pasokan energi yang cukup besar, diikuti terjaganya hutan dan lingkungan, serta insya Allah berpengaruh positif bagi pemda dan masyarakat, maka kami tak bosan-bosannya mempromosikan investasi energi terbarukan ini ke berbagai pihak, termasuk ke luar negeri.  Karena ini adalah salah satu bentuk mensyukuri karunia Allah SWT yang ada di negeri ini. 

Untuk itu, kami mohon dukungan segenap lapisan masyarakat di berbagai level agar investasi energi terbarukan ini bisa berjalan baik dan benar pelaksanaannya sehingga membawa kebaikan bagi kita semua. *(Penulis gubernur sumbar)

google+

linkedin