BIJAK ONLINE (PAINAN) –  Kementerian Perhubungan menggelontorkan dana sebesar Rp84 miliar untuk pengembangan Pelabuhan Panasahan Painanm Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kepala Satuan Pos Kerja Pelabuhan, Zulkifli mengungkapkan alokasi dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 itu digunakan untuk penambahan panjang dan luas dermaga.  

“Kami akan terus melakukan pembenahan. Yang pasti guna meningkatkan kapasitas dermaga di pelabuhan ini,” ungkap Zulkifli pada Bijak Online di Painan, Kamis (5/10).

Pelabuhan Panasahan mulai dibangun pada 2004 sebagai pelabuhan perintis. Pada 2011 dan 2012,Kementerian Perhubungan membangun dermaga I dan II, dengan dana Rp35 Milyar.

Saat ini Pelabuhan Panasahan yang dibangun di atas lahan seluas lebih kurang 26 Hektare itu memliki panjang dermaga 90 meter, dengan dalam kolam pelabuhan 7-12 meter.

Namun dengan adanya investasi dari kementerian, lanjut Zulkifli, panjang dermaga bertambah menjadi 120 meter, dengan lebar dermaga mencapai 15 meter.

Sebab, sesuai dengan program tol laut yang kini telah dimulai Presiden Joko Widodo, Pelabuhan Panasahan telah ditetapkan sebagai pelabuhan penyangga Teluk Bayur.    
“Ini tentu dapat memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi daerah dan masyarakat, utamanya dari sisi perekonomian,” sebutnya.

Sesuai rencana kementerian, ke depannya pelabuhan tersebut akan dijadikan sebagai pelabuhan serba guna, tak hanya batubara, tapi juga berbagai komoditi yang berskala ekspor lainnya. Bahkan menurutnya, saat ini telah ada sejumlah investor batubara dan CPO yang ingin bekerjasama untuk mengembangkan Pelabuhan Panasahan.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah daerah agar dapat memanfaatkan keberadaan pelabuhan tersebut sebagai uapaya meningkatkan pertuimbuhan ekonomi daerah.

Lebih dari itu, memudahkan segala bentuk proses perizinan bagi investasi. Sebab, dengan adanya pelabuhan yang lebih representatif, ia optimis minat investor daam membenamkan investasinya di Pesisir Selatan pun semakin tinggi.“Apalagi, Kementerian Perhubungan pada tahun anggaran 2018 mendatang bakal melakukan revitalisasi total pada pelabuhan ini. Tentu dengan investasi yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara, Pelaksana Pembangunan, Alinurdin menyampaikan pihaknya optimis kegiatan pengembangan dermaga bakal erampung sesuai target, yakni 120 hari kerja. “Kami optimis. Sebab, sampai saat ini belum ada persoalan. Kami juga berharap adanya dukungan dari semua pihak yang ada di sini,” tutupnya. (teddy setiawan)  

google+

linkedin