BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Kegiatan Diklat Berjenjang merupakan program nasional untuk meningkatkan kompetensi pendidik PAUD yang menjadi ujung tombak di Berbagai PAUD yang tersebar di semua kelurahan yang ada di Kota Payakumbuh.

“Untuk itu, dinas Pendidikan kota Payakumbuh bekerjasama dengan HIMPAUDI gelar "DIKLAT BERJENJANG" untuk 150 orang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kota Payakumbuh, “ujar Kasi Perencanaan Kebutuhan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD Dikmas Nuhman selaku narasumber dari Kemendikbud RI dalam sambutannya, Selasa (7-11).

Dijelaskan Nuhman, anak-anak usia PAUD adalah anak dalam masa emas pertumbuhan  baik secara religius, akademik, emosional, sosial serta psikis dan fisik perlu dimiliki oleh pendidik yang profesional.

“Semua itu, harus memiliki 4 kompetensi, yakni kompetensi Profesional, kompetensi Pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi Sosial mulai dari pra sekolah supaya perkembangan dan pertumbuhan generasi masa depan bangsa labih sehat,cerdas, terampil, kreatif dan bertanggung jawab, “jelas Nuhman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan kota Payakumbuh AH. Agustion, mengatakan saat membuka kegiatan ini, tahun depan kegiatan Diklat Berjenjang yang tahun ini baru tingkat Dasar  dengan pola 48 JP tatap muka dan 200 JP tugas praktek lapangan akan di lanjutkan lagi pada tingkat Lanjut  dan Tingkat Mahir sehingga semua guru PAUD di kota Payakumbuh yang belum S1 jurusan PAUD akan di jangkau dengan program ini.

Ditambahkan Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan kota Payakumbuh Dasril setiap pendidik harus selalu meningkatkan kompetensinya sacara terus menerus baik difasilitasi Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan maupun pribadi masing-masing.

Ketua Himpaudi Payakumbuh Henny Yusnita Zubir, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Payakumbuh dan Dinas Pendidikan karena melalui Bidang PTK sudah memasukkan anggaran kegiatan ini di APBD Payakumbuh 2017.

“HIMPAUDI selalu berjuang untuk meningkatkan Kompetensi dan kesejahteraan anggotanya termasuk melalui Diklat Berjenjang ini, bahkan guru-guru sempat merogoh kocek sendiri demi bisa terlaksananya Diklat Berjenjang di kota Payakumbuh," ulas Henny. (ada)

google+

linkedin