BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Pedagang K5 kota Payakumbuh, dinilai banyak pihak menggunakan teras dan kanopi pasar berbentuk bangunan semi permanen di sepanjang Jalan A. Yani. Akibanya, membuat Tim gabungan Satpol PP melakukan penertiban, Rabu (8/11).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM kota Payakumbuh H. Dahler, SH kepada wartawan di lokasi, mengatakan, tim 7 atau tim gabungan Satpol PP ini terdiri dari TNI, Polri Dishub serta Trantib pasar kota Payakumbuh, lakukan penertiban terhadap lapak-lapak para pedagang.

Semua yang ditertibakan ini, karena mereka mendirikan lapak berdiri di atas trotoar yang diperuntukkan untuk pejalan kaki. Selain berdiri di atas trotoar, puluhan lapak-lapak para pedagang berjejer sepanjang trotoar.

Padahal, trotoar ini merupakan bangunan semi permanen dan juga memakai kanopi yang menghambat pertokoan. Dan jelas melanggar perda tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum di kawasan pusat pertokoan kota Payakumbuh.

Penertiban pedagang K5 ini, dilakukan tim gabungan di pusat pertokoan kota Payakumbuh di bawah kanopi pasar secara persuasif yang sebelumnya sudah diberikan surat peringatan terhadap pedagang K5. 

Seharusnya pedagang K5 sudah melakukan pembongkaran sendiri kanopi, teralis dan teras yang melanggar perda semenjak surat peringatan kami layangkan. Karena menurutnya, kanopi, teralis dan teras tersebut sudah menghambat akses-akses hak pejalan kaki dan menutupi pertokoan.

Akses yang bersifat seperti ini tidak boleh ditutup dengan pemagaran, teralis dan kanopi sehingga harus dibuka juga untuk akses pejalan kaki. Akses kanopi yang memakai teralis juga tidak boleh, karena di sepanjang kanopi itu harus ada akses jalan bagi pejalan kaki.

“Hal ini dilakukan menindak lanjuti surat pemberitahuan terakhir kepada pedagang K5 bukan kuliner yang berada pada pusat kuliner Jalan A. Yani No. 530/452/DKUKM-PSR/XI/2017 tanggal 3 November 2017 dan berdasarkan Perda No.5 tahun 2017 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, “jelas Dahler.

Ditambahkan Kasatpol PP kota Payakumbuh Devitra, pihaknya sangat mengapresiasi sikap pedagang karena dengan kesadaran tidak melakukan perlawanan ketika proses penertiban berlangsung.

“Proses eksekusi pedagang K5 ini sebelumnya sudah melalui beberapa surat peringatan. Pembongkaran itu sudah didahului dengan standar operasional dan sesuai prosedur Sat Pol PP. Keberadaan lapak pedagang K5  tersebut memang sudah sangat lama berdiri. Dinilai sudah terlalu lama mengganggu ketentraman dan ketertiban umum,"terang Devitra. (ada)

google+

linkedin