TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman)--Proklamator Bung Karno pernah menegaskan bangsa besar, bangsa menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna sangat mendalam bagi kita semua. 

Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia.

Demikian cuplikan Pidato Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parwansa, dibacakan Sekda Kabupaten Padang Pariaman, H. Jonpriadi, SE, MM pada Hari Pahlawan 10 November 2017, Jum’at (10/11/2017) di Halaman IKK Padang Pariaman Parit Malintang.

Dikatakan, dalam setiap rangkaian perjuangan kepahlawanan yang membentuk keIndonesiaan kita, kita dapat mengambil pelajaran dari apinya perjuangan para pendahulu kita, api yang menjadi suasana kebatinan dan pelajaran moral bagi kita semua yakni, api yang membentuk terbangunnya Persatuan Indonesia yang terdiri atas dua hal yakni adanya harapan dan pengorbanan. 

Harapan dan pengorbanan itulah yang membentuk persatuan dan melahirkan Indonesia, merawat eksistensinya dalam panggung sejarah bangsa-bangsa, dan harus terus dinyalakan agar Republik Indonesia tetap berdiri tegak, menjadi besar dan terus memberi sumbangan penting sebagai bagian dari persaudaraan ummat manusia di dunia.

Berbagai sejarah kepahlawanan, mengisahkan tentang menyala-nyalanya api "Harapan" yang menjadi pemantik dari berbagai tindakan-tindakan heroik yang mengagumkan. 

Begitu pula Republik Indonesia tercinta ini ketika diproklamirkan, dengan keberanian, tekad, pemikiran orisinil tentang kehidupan bernegara yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945 dan pengorbanan yang besar, maka berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaaannya.

Lebih jauh disampaikan, apakah yang menjadi pemantik sehingga pendahulu kita berani memproklamirkan kemerdekaan saat itu? Keberanian itu dapat digerakkan sebuah modal tak ternilai dan tidak kasat mata, modal itu adalah adanya sebuah harapan. 

Sebuah harapan yang menimbulkan optimisme dalam hidup dan sebuah harapan membuka segenap potensi, kita punya vitalitas dan daya hidup kemanusiaan untuk membuka terang kehidupan di masa depan, sebuah harapan bahwa dengan mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, maka kita dapat membangun sebuah kehidupan bernegara, sebuah rumah tangga politik kebangsaan dan kenegaraan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. (amir)

google+

linkedin