BIJAK ONLINE (PAINAN) - Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat meminta pemerintah daerah meningkatkan perhatiannya pada kontraktor lokal.

Ketua Gapensi, Syafril Saputra, mengungkapkan perhatian pemerintah daerah dalam pembinaan dan pengembangan pelaku usaha konstruksi sangat minim. "Padahal ini sering saya sampaikan pada bupati dan steakholder terkait dalam setiap pertemuan," ungkapnya pada Bijak Online di Painan, Kamis (9/11).

Undang-undang (UU) nomor 2 tahun tahun 2017 pasal 76 mengamanahkan, pembinaan jasa konstruksi yang berdampak pada daerah tanggungjawab bupati/walikota.

Sedangkan yang berdampak pada provinsi merupakan tanggung jawab gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Ia melanjutkan, lemahnya perhatian dalam pembinaan dan pengembangan menjadikan kontraktor lokal sulit untuk berkembang.

Sementara persaingan di bidang jaaa konstruksi makin ketat, seiring dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). "Buktinya, 90 persen proyek miliaran digarap kontraktor luar daerah. Kita yang kecil-kacil saja. Jadi, kapan kita jadi tuan di rumah sendiri," tegasnya.

Jika sebagian besar belanja pemerintah daerah dikuasai kontraktor luar akan berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebab berdasarkan catatan statistik, belanja APBD dari sisi pengeluaran merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Bahkan, Presiden Joko Widodo menegaskan, kepala daerah harus berpihak pada pelaku usaha di daerahnya.

Sedangkan secara internal, tambahnya, Gapensi secara bertahap terus melakukan pembinaan terhadap anggotanya."Adanya perhatian serius dari pemerintah, saya optimis masyarakat jasa konstruksi lokal bakal maju" tambah pria yang juga Ketua Komisi III DPRD Pesisir Selatan itu. (Teddy Setiawan)

google+

linkedin