TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)-- Kepala Polisi Resor (Kapolres) Kota Pariaman AKBP Bagus Suropratomo Oktobriantoro, S.IK,  menghimbau kepada anggotanya, dalam Operasi Zebra di wilayah Hukum Kota Pariaman, agar memasang spanduk  informasi Operasi Zebra Singgalang 2017 di jalan protokol dan persimpangan yang mudah terlihat oleh masyarakat. 

Hal itu disampaikan, Bagus Suropratomo Oktobriantoro, kepda wartawan di Pariaman Kamis (9/11/2017). 

Dikatakan, sehingga sosialisasi dan pemberitahuan operasi Zebra 2017 lebih lengkap diterima masyarakat, disamping melalui media elektronik dan media massa yang jauh sebelumnya  sudah kita sampaikan 

Ditambahkan, tujuan dari pelaksanaan operasi  bagaimana timbulnya kesadaran dalam diri masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendaraan  dengan melengkapi surat-surat kendaraan serta memeriksa kondisi kelayakan kendaraan itu sendiri sebelum berangkat dari kediamannya. 

Ketika ditanya dengan kendala jumlah personil di lapangan dalam  Operasi Zebra Singgalang 2017 yang dimulai dari tanggal 1-14 November, seiring dengan pelaksaanaan MTQ Nasional tingkat Sumbar di Kota Pariaman, perwira melati dua dipundak tersebut menjelaskan sama sekali tidak ada kendala.

”Untuk pengamanan MTQ, sudah kita setting dari awal dimana kita sudah kerahkan satuan Polisi pengamanan objek vital (SAT PAM OBVIT)  untuk membantu, sehingga dua agenda besar negara ini berjalan dengan lancar,”jelas Perwira menengah yang mudah senyum dan ramah itu.

Lebih jauh dijelaskan oleh lulusan Akpol 1998 asal malang tersebut, setelah satu minggu pelaksanaan operasi  Zebra Singgalang 2017, diperoleh data pelanggaran pengendara roda dua maupun roda empat. 

Pelanggaran tersebut diantaranya, untuk kasus tilang pada operasi Zebra 2016 sebanyak 227, sementara 2017 minggu pertama sebanyak 110 tilang, 24 teguran. Kecelakaan lalu lintas (Laka) 2 orang dan 2016 satu orang. 

Adapun  petugas operasi yang terlibat dilapangan, selain unsur kepolisian juga ada dari unsur dinas perhubungan dan dibantu TNI (provos) sebanyak 2 orang. “Operasi Zebra Singgalang 2017 ini mendapatkan pengawasan secara bertahap dari Dirlantas Polda Sumatera Barat, dan juga dipantau oleh Insan PERS, jadi dijamin tidak ada oknum petugas yang melakukan pungli dilapangan, jika ketahuan akan mendapatkan sanksi yang berat, “tegasnya.

Selanjutnya untuk luka berat, 1 orang dan luka ringan satu orang juga. Adapun fokus razia pada operasi zebra singgalang 2017 serentak se-Indonesia ini adalah STNKB dan SIM, kelengkapan kendaraan, tidak menggunakan helm, melawan arus serta penggunaan lampu strobo. 
Berdasarkan data yang masuk hingga saat ini, pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah kelengkapan kendaraan serta SIM pengendara, ada sekitar 66 pelanggaran baik roda 2 maupun roda 4.  

Sementara jadwal operasi  dilakukan rutin 2 kali sehari dengan waktu yang tentatif bisa pagi dan sore, bisa juga malam sesuai dengan kondisi dilapangan. Untuk wilayah operasi, diseluruh lingkup tugas polres Kota Pariaman, dan lebih diutamakan daerah yang memiliki tingkat kriminalitas dan pelanggaran lalu lintas yang cukup tinggi, “sebutnya. 

Untuk itu, orang nomor satu di Polres Pariaman itu mengingatkan kepada masyarakat, khususnya pengendara roda dua maupun roda empat agar melengkapi kendaraannya sesuai dengan standar Pabrik dan kelayakan jalan serta melengkapi diri dengan SIM. 

Dengan lengkapnya kendaraan, tentu jelas memberikan manfaat yang besar bagi pengendara sendiri, terutama perjalanan kita akan lancar serta mudah-mudahan dijauhkan dari musibah lakalantas, “jelas Lulusan Akpol 1998 asal malang tersebut menimpali. (Zul/amir)

google+

linkedin