TABLOIDBIJAK.COM (Padang Pariaman---Lembaga Konsultasi  Kesejahteraaan Keluarga (LK3) Kabupaten  Padang Pariaman diharapkan keluasannya dalam menghadapi masyarakat yang menghadapi masalah.

"Hendaknya dalam melayani masyarakat dibutuhkan keikhlasan dan sepenuh  hati," kata Sekretaris Dinas Sosial  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (SosialP3A)  Kabupaten Padang Pariaman Amril, S.Sos, Kamis (16/11/2017) pada rapat perdana pengurus LK3 Padang Pariaman periode 2017-2019 di aula Dinas Sosial Padang Pariaman di Pariaman.

Rapat dipimpin Sekretaris LK3 Padang Pariaman Armaidi Tanjung, dihadiri juga Penanggungjawab LK3 Padang Pariaman Hj. Yeniwati, SE, MM yang juga Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penangganan Fakir Miskin Dinas Sosial P3A.

Menurut Amril, keseriusan masing-masing pengurus LK3 sangat penting. Banyak permasalahan keluarga yang membutuhkan kekompakkan dalam menangganan kasus. “Insyaallah Dinas SosialP3A akan mendukung kegiatan LK3 Padang Pariaman,” kata Amril.

Sekretaris LK3 Padang Pariaman Armaidi Tanjung menyebutkan, LK3 periode ini berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan rekruitmen pengurus dari berbagai kalangan. Dengan latar belakang pengurus yang beragam, diharapkan pelayanan yang diberikan dapat ditingkatkan.

Menurut Armaidi Tanjung, masalah keluarga saat ini  memang makin banyak terjadi yang membutuhkan kehadiran LK3. Dengan masuknya unsur psikolog, kepolisian, kesehatan, konselor/pendidik, ulama, disamping pekerja sosial yang ditambah, insyaallah LK3 Padang Pariaman bisa lebih fokus dalam menjalankan programnya.

“Padang Pariaman termasuk daerah yang cukup banyak terjadinya pencabulan terhadap anak, anak berhadapan dengan hukum, penyalahgunaan narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. Semuanya akan berdampak terhadap keutuhan dan kesejahteraan keluarga,” kata Armaidi Tanjung.

Dikatakan Armaidi, ketika seorang laki-laki ditangkap pihak aparat karena diduga terlibat narkoba, maka jika laki-laki tersebut berstatus seorang ayah, suami, maka keluarganya akan menerima dampaknya. Apalagi si laki-laki merupakan tulang punggung satu-satunya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. “Tentu keluarga tersebut akan mengalami goncangan,” kata Armaidi Tanjung.

Begitu pula dengan anak yang berhadapan dengan hukum. Sesuai dengan perkembangannya, anak harusnya belajar di bangku sekolah. Namun karena tindakan kesalahan, baik disengaja maupun tidak,  harus berhadapan dengan hukum. “Disini penting adanya pendampingan dari pekerja sosial sehingga anak siap menerima resiko dari tindakannya dan tetap optimis menghadapi masa depannya,” kata Armaidi penulis buku ini

Diantara pengurus yang bergabung adalah Dian Nofita Ariani, S.Psi, M.Si (psikolog), Aipda Roy (Kepolisian), dr. Hj. Erlina, M.Ph (kesehatan), Sari Bulan, S.Pd (pendidikan/konselor), Dr. H. Zainal Tk Mudo, M.Ag (keagamaan), Sedangkan unsur pekerja sosial adalah Mayang Sari, Zulkifli,  Jupmaidi Ilham, Fatma Yetti, Trismayeni, Ondani dan Yusi Fitriani. Pengurus LK3 Padang Pariaman periode 2017-2019 di-SK-kan Bupati Padang Pariaman melalui surat nomor 428/KEP/BPP/2017 tertanggal 4 Agustus 2017.

Salah seorang Pekerja Sosial LK3 Padang Pariaman Fatma Yetti mengungkapkan, tahun 2017 ini sudah ditangani 47 kasus kekerasan pencabulan terhadap anak, 34 anak berhadapan dengan hukum (ABH) dan 17 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dari 17 KDRT tersebut, 2 diantaranya sampai di pengadilan, dan sisanya sudah selesai.

“Tingginya angka ini diharapkan menjadi perhatian berbagai pihak agar kasus ini jangan sampai terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Fatma yang akrab disapa Teta Sabar ini.(rel/amir)

google+

linkedin