BIJAK ONLINE (PAINAN)-Sebagian masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengaku tidak mengetahui adanya pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) pada Minggu 19 November 2017.

Akibatnya, banyak masyarakat yang hendak menuju Kota Padang terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk peegi ke daerah tujuan terpaksa kembali ke kampungnya.

"Saya tidak tau. Padahal hari ini saya harus bertemu dosen untuk urusan kuliah," ungkap Rahimah (24), warga Surantih, Kecamatan Sutera pada Bijak Online di Painan, Minggu (19/11).

Selain banyaknya yang tidak tau, warga painan juga mengkau heran dengan pelaksanaan TdS kali ini. Sebab, dalam penyelenggaraan kali ini, para siswa Sekolah Dasar juga disuruh hadir untuk memeriahkan.

Padahal, hari minggu adalah hari libur bagi anak-anak sekolah. "Harusnya hari libur itu waktu istirahat bagi mereka, setelah enam hari berjibun dengan pelajaran," ungkap Arni (45), salah seorang wali murid.

Dihubungi secara terpisah, Ketua DPRD, Dedi Rahmanto Putera meminta, agar pemerintah daerah lebih matang dalam mempersiapkan berbagai event, baik pariwisata atau pun yang lainnya.

Dengan demikian, masyarakat tidak bingung. Selain itu, pemerintah juga harus berpihak pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor pariwisata.

Hal itu sejalan dengan tekad pemerintah daerah yang ingin membangun ekonomi kabupaten ini berdasarkan kearifan lokal. 

Apalagi, dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) bakal melibatkan masyarakat sekitar.

"Nanti akan kami bicarakan. Cumaang selama ini belum dibahas secara khusus di dewan," tutupnya. (Teddy Setiawan)

google+

linkedin