TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan, dengan terus diselenggarakannya MTQ secara rutin, merupakan momentum penting bagi umat Islam umumnya dan di Provinsi Sumatera Barat khususnya, agar lebih mendalami dan mengamalkan serta mengimplementasikan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu  disampaikan Lukman Hakim Saifuddin, ketika membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional tingkat Sumatera Barat ke 37 di Kota Pariaman, Sabtu (4/11/2017), malam.

“Al Qur’an yang berisi pokok-pokok ajaran Islam bersifat universal, yang perlu terus digali, didalami dan disebar luaskan di seluruh sendi kehidupan,” ujarnya.

Saat ini umat islam mengalami tantangan yang demikian besar, dengan derasnya arus tekhnologi dan kemajuan zaman yang terjadi, sehingga hal-hal yang biasa dilakukan umat islam dan generasi mudanya dulu, berganti dengan pergeseran yang fundamental dan mengkhawatirkan.

“Salah satu nilai luhur ajaran islam yang dulu adalah membaca dan menderas al qur’an selepas sholat magrib, saat ini tergantikan dengan remote control televisi dan smarth phone,” tuturnya.

Karena itu program Magrib Mengaji yang telah dilakukan oleh walikota pariaman dan jajarannya selama ini, hendaknya dapat diikuti oleh segenap masyarakat dan generasi muda kota pariaman. “Melalui MTQ yang rutin digelar, sepatutnya mampu membangkitkan semangat kita dalam membangun nilai-nilai luhur masyarakat yang telah ada sejak dulu,” tutupnya.
Dalam sambutan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abid yang juga Ketua LPTQ Provinsi Sumbar mengatakan MTQ Nasional tingkat provinsi sumatera barat ini mengusung tema “dengan MTQ ke 37 tingkat sumatera barat, kita bangun masyarakat yang agamais, berbudaya dan beradat, dalam bingkai NKRI,” katanya.
“Substansi dari diselenggarakannya MTQ ini, adalah untuk memasyarakatkan nilai-nilai al qur’an dalam segenap pribadi dan masyarakat sumatera barat yang damai, sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat,” tukasnya.

Al qur’an, jangan hanya sekedar untuk diperlombakan saja, dengan acara yang secara seremonial, tetapi juga jauh dari pada itu, mari kita jadikan al qur’an sebagai pembimbing kita dalam kehidupan ini, ulasnya mengakhiri.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman selaku tuan rumah melaporkan dalam ajang MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat ke 37 di Kota Pariaman tahun 2017 ini, sebanyak 1023 orang peserta dari 19 kabupaten/kota di sumatera barat yang mendaftar melalui system aplikasi e-mtq, yang dinyatakan lolos verifikasi sebanyak 1001 orang.

“Penerapan e-mtq ini, adalah kali pertama dilakukan selama penyelenggraan MTQ Nasional di tingkat provinsi sumtera barat, dan Kota Pariaman sebagai pelopor dalam penerapan system aplikasi ini,” tutunya.

Untuk Dewan Hakim berjumlah sebanyak 154 orang dan 30 orang Panitera yang telah dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua LPTQ Sumatera Barat yang juga Wakil Gubernur, Nasrul Abid, jum’at malam.“MTQ Nasional di tingkat provinsi sumtera barat ke 37 di kota pariaman, dilaksanakan selama 6 hari, dari tanggal 4-10 November 2017, dengan memperlombakan 10 cabang lomba dan 62 golongan,” jelasnya.

Mukhlis Rahman berharap dari ajang MTQ ini, dapat menimbulkan multiplayer effect bagi masyarakat kota pariaman, bukan hanya dari segi wisatanya saja yang menjadi tujuan dari visi dan misi kota pariaman, tetapi juga hendaknya dapat meninkatkan pendapatan masyarakat.

“Moment MTQ kali ini, hendaknya dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat kota pariaman, mulai dari kuliner, homestay dan jasa pariwisata, sehingga ajang MTQ ini menjadi berkah bagi mereka dari ribuan peserta dan official serta keluarga mereka yang datang di kota pariaman,” ucap wako.

Ia melanjutkan banyak kabar gembira di MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat ke 37 di Kota Pariaman tahun 2017 ini, yang biasanya hanya perebutan Tropy bergilir Juara Umum saja, di MTQ ke 37 ini akan ditambah dengan Tropy tetap dari Kapolda Sumbar dan uang pembinaan sebesar 10 juta.
“Tidak hanya itu, anggota DPR RI kita juga menyumbang uang pembinaan untuk Juara umum, 10 juta, Juara II, 7,5 juta dan Juara III, 5 juta, ditambah dengan untuk Doorprice dimalam puncak penutupan sebesar 15 juta untuk 3 orang,” ungkapnya.

Selain itu tiap malam akan diundi doorprice bagi para pengunjung yang datang meramaikan MTQ di setiap mesjid dan tempat penyelenggaraan MTQ. “Pantai Kata tempat diselenggarakannya MTQ ini, nantinya selepas acara MTQ, akan dijadikan Museum Pengembangan Agama Islam di kota pariaman, sehingga konsep wisata yang islami yang kami inginkan dapat terwujud,” tutupnya. (J/amir)

google+

linkedin