BIJAK ONLINE (PAINAN)-Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pariwisata di Painan mengaku event Tour de Singkarak (TdS) belum memberikan dampak positif bagi sektor UMKM.

Salah seorang pelaku usaha homestay yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan untuk penginapan atlet dan offisial pebalap, misalnya, masih diambil alih penginapan besar.

"Seharusnya, kan jatah itu dibagi.  Apalagi ini adalah event pariwisata. Kami di sini adalah bagian dari masyaralat pariwisata itu sendiri," ungkapya pada Bijak Online di Painan, Minggu (19/11).

Menuturnya, sebelum perhelatan akbar balap sepeda internasional itu digelar, pemerintah daerah berjanji bakal melibatkan pelaku UMKM sektor pariwisata.

Bahkan, Pemkab Pessel mengharapkan, pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS) 2017 etape II bisa memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat.

Pemkab pun berharap, dengan adanya event ini bisa meningkatkan minat wisatawan ke daerah. Secara tidak langsung akan membawa income masyarakat, terutama untuk pelaku hotel.

Menurutnya, hal itu secara nyata sudah berdampak positif, sebab sebagian para atlet dan offisial sudah menginap di beberapa hotel didaerah itu.

Sedangkan kenyataannya hal itu berbalik dengan harapan. Karena, sebagian pelaku usaha di daerah masih  mengeluh dan belum merasakan dampak positif untuk pengembangan usaha penginapan.

Menurutnya, dari sisi fasilitas penginapan di kawasan Cerocok Painan telah memiliki fasilitas hampir sama. Namun, dalam pembagian jatah menyambut para atlet di terkecualikan, hanya satu dari sekian banyak penginapan yang ada di kawasan itu.

"Yang kami rasakan ajang TdS selama ini belum memberikan dampak perekonomian yang signifikan terhadap masyarakat. Justru menyebabkan sebagian warga bingung. Hanya, janji itu saja," kata Ujang (42), salah seorang pengusaha lokal lainnya. (Teddy Setiawan)

google+

linkedin