BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Meski hujan mengguyur kota Payakumbuh sejak sore hingga malamnya, tidak menyurutkan antusias masyarakat kota Payakumbuh untuk menyaksikan berbagai pagelarangan kemeriahan malam Bagodang 2017, di Ngalau Indah, Kamis (2/11) malam.

Acara ini juga disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Efriza Zaharman, Kabid Pemuda dan Olahraga Doni Saputra, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Payakumbuh Deldi Anggoro dan tamu undangan lainnya. 

Kabid Pemuda dan Olahraga mengatakan Penampilan Tambua Tansa dan Silat tradisi aliran Sitarlak PS Talago Biru pada Pentas Seni Kota Payakumbuh ini, merupakan persembahan Paguyuban Daerah HAMBA BERSATU.  

"Tambua Tansa yang dipercaya dulunya juga sebagai genderang perang penyemangat, karena perkembangan zaman, kesenian ini berobah menjadi persembahan untuk pesta rakyat,  pernikahan, khatam Quran, sunatan serta upacara istimewa lainnya, “ujar Doni. 

Penampilan Silat aliran Sitarlak adalah Tradisi Para Pendekar dari Daerah Pantai Barat Minangkabau sekarang sudah menyebar ke berbagai daerah. "Silat bukan hanya sekedar seni untuk beladiri,  sekarang telah menjadi salah satu cabang olahraga yang di pertandingkan di Nasional maupun internasional," imbuhnya.

Disamping pagelarangan Tambua Tansa dan Silat Tradisi, juga di gelar lomba Randai Tingkat Sumatera Barat di Pentas Permanen Kawasan Ngalau Indah.

Sementara itu Kabid Kebudayaan Nirdawati menyampaikan, lomba Randai Tingkat Provinsi Sumatera Barat ini di gelar selama dua malam ini. "Penampilan malam ini randai dari Kota Bukittinggi, kota Payakumbuh, (puti kasumbo), Kabupaten Agam Ampek angkek (pamenan mato) dan dilanjutkan malam kedua Randai dari Padang panjang (lareh simawang) dan Randai dari Kota Payakumbuh," tutur Nirdawati. 

Dengan adanya lomba Randai Tingkat Provinsi Sumatera Barat pada malam Bagodang ini, dapat melestarikan seni budaya Minang Kabau di bidang Randai dan sekaligus memeriahkan serta menghibur masyarakat kota Payakumbuh di acara Payakumbuh Bagodang 2017. (ada)

google+

linkedin