BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Dipimpin Kasat Pol PP kota Payakumbuh Devitra, Tim 7 kembali membakar pondok dan arena judi sabung ayam. Kali ini, bertempat di kelurahan Koto Panjang Padang, kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina), Kamis (16/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Pembakaran arena judi sabung ayam itu, berawal laporan dari masyarakat, dilokasi tersebut acap terjadi dugaan perjudian sabung ayam. Bahkan aktivitas adu ayam dimulai sejak pagi, sehingga banyak anak-anak sekolah yang datang melihat lansung kelokasi. Maka kita tim 7 terdiri dari TNI/Polri dan Pol PP lansung turun kelokasi dan disepakati tempat arena judi sabung ayam itu dibakar,” ujar Kasat Pol PP kota Payakumbuh, Devitra kepada sejumlah wartawan di Payakumbuh, Kamis (16/11).

Dijelaskan Devitra, arena judi sabung ayam itu persis berada di belakang SMK Negeri 4 Payakumbuh. Sehingga aktivitas judi sabung ayam yang dilaksanakan sejak pagi ditempat itu menarik siswa untuk ikut menonton adu ayam tersebut.

Ketika petugas tiba dilokasi tidak menemukan aktivitas judi sabung ayam. Kuat dugaan razia yang dilancakarkan perugas bocor, sehingga para pelaku langsung kabur. Meski begitu, tim 7  terpaksa mengobrak-abrik arena judi sabung ayam sebelum dibakar. 

Usai mengobrak abrik arena judi sabung ayam, tim 7 menemukan barang bukti berupa sebanyak 11 sangkar ayam, 2 helai terpal, kursi dan meja 6 unit dan pondok bambu berukuran 8×8 meter.

Sebelum razia, laporan masyarakat koto Panjang Padang dan Padang Silabus, mengaku sudah resah dengan keberadaan lokasi judi sabung ayam dilokasi itu. Bahkan tidak hanya beraktivitas dari pagi hari sampai sore, tetapi hingga larut malam. Bahkan hebatnya lagi, dilokasi arena judi sabung ayam jika malam tersedia penerangan genset.

“Masyarakat mengaku sudah resah. Sayangnya ketika tim datang, pengelola lokasi dan sekaligus yang memfasilitasi tempat inisial RN yang juga tercatat sebagai ketua RT tidak berada ditempat. Maka dengan disaksikan oleh Kasi trantib kecamatan Latina Afrizal ketua RT 1 RW 2 Abdul Hadir dan ketua RW 2 Niswardi, dilakukan pembakaran barang arena judi sabung ayam itu,” jelas Devitra.

“Untuk itu, jika masih ada lagi judi ayam atau Penyakit masyarakat lainnya, diminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menyampaikan kepada petugas atau aparat penegak Perda< “harap Devitra. (ada)

google+

linkedin