BIJAK ONLINE (LIMA PULUH KOTA)---Setelah memberikan bantuan kepada masyarakat penyandang disablitas, bupati Lima Puluh Kota, H.  Irfendi Arbi melalui dinas sosial, kembali memberikan bantuan usaha produktif bagi wanita rawan ekonomi, di kenagarian Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Rabu (8/11).

Kali ini, bantuan itu diberikan kepada wanita rawan ekonomi yang ada, kemarin. Sedikitnya, 25 orang wanita rawan ekonomi itu mendapatkan bantuan mesin jahit. Bantuan itu diharapkan bupati Irfendi Arbi bisa menjadi modal usaha bagi penerima, sehingga dapat membantu perkonomian keluarga. 

Menurut bupati Irfendi Arbi, bantuan ini merupakan upaya pemerintah kabupaten Lima Puluh Kota untuk memberdayakan masyarakat. Irfendi juga berharap dengan adanya bantuan mesin jahit itu, nantinya muncul sebuah home industry baru di Lima Puluh Kota. 

"Ciptakanlah sebuah inovasi baru, nantinya berkat 25 orang ini akan ada home industri baru yang memiliki nilai ekonomis di kenagarian Batu Payuang,"sebut bupati.

Senada juga diungkapkan, kepala bidang perlindungan dan jaminan sosial, dinas sosial Lima Puluh Kota, Akmal. Menurutnnya para penerima mesin jahit selanjutnya juga akan diberikan pelatihan menjahit bagi dinas sosial. 

Harapannya, kata dia agar penerima bantuan ini benar-benar bisa mandiri, kreatif dan bisa menghasilkan produk layak jual."Kita yakin upaya ini bisa menambah perekonomian keluarga mereka. Kedepan, masyarakat bisa lebih mandiri dan berdaya saing," ucapnya.

Sementara itu, Fitirianis warga jorong Lareh Nan Panjang, Kenagarian Batu Payuang, yang ikut menerima bantuan mengucapkan ucapan terimakasihnya atas bantuan yang diberikan pemkab Limapuluh Kota. Dikatakannya, dengan adanya bantuan itu pihaknya bisa lebih mandiri dalam mencari keuangan keluarga.

"Kita sangat bersyukur, tentunya dengan adanya bantuan mesin jahit ini akan sangat membantu perekonomian, dengan begitu kita bisa mengandalkan ketrampilan menjahit kita,"ujarnya.

Senada juga diungkapkan seorang warga bernama Erni, janda dua anak ini mengatakan selama ini memiliki keahlian menjahit, namun sayangnya dia tidak memiliki mesin jahit.  "Alhamdulillah sekarang telah memiliki mesin jahit, sehingga dengan adanya mesin jahit keahlian ini bisa kita salurkan, hitung-hitung penambah bantuan ekonomi,"ulasnya. (ada)

google+

linkedin