BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meresmikan Rumah Sakit Universitas Andalas yang dibangun melalui pendanaan Saudi Fund for Development (SFD) dan Islamic Development Bank (IDB), Sabtu, 4 November 2017.

“Rumah sakit ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik dalam memberikan pelayan kesehatan maupun bagi pengembangan bidang kesehatan, ” kata JK saat meresmikan RS Universitas Andalas yang datang ke Padang beserta istrinya, HJ.Mufidah Jusuf Kala dan rombongan.

Kedatangan wapres, tak hanya grand opening Rumah Sakit Universitas Andalas, tapi juga penyerahan anugerah kewirausahaan mahasiswa Sumatera Barat, serta bakti sosial operasi katarak dan bibir sumbing bagi masyarakat, seminar, dan senam sehat.

Dulu ada anggapan, kata JK, rumah sakit pendidikan merupakan tempat prakteknya mahasiswa kedokteran, sehingga pasien dijadikan obyek untuk coba-coba. Padahal, setiap mahasiswa melakukan praktek selalu didampingi profesor yang andal. "Jadi rumah sakit dikampus, tentu kualitasnya jauh lebih baik, karena ada profesor yang mendampingi mahasiswa," katanya. 


Kemudian, kata JK, rumah sakit ini juga akan dapat menjadi sarana peningkatan pelayan kesehatan masyarakat Sumatera Barat. Sehingga diharapkan masyarakat Sumbar tidak perlu lagi berobat keluar negeri atau ketempat lain.

Sementara Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan rumah sakit ini bisa meningkatkan kualitas lulusan kedokteran unand. "RS ini akan menjadi laboratorium bagi mahasiswa kedokteran dalam menjalankan praktik," katanya.

Menurut gubernur, pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi kehadiran Rumah Sakit Unand, dan berharap peningkatan kualitas kemampuan dokter-dokter di Sumbar terus mengembangkan diri memberikan keahlian yang terbaik, himbau Irwan Prayitno.

Selanjutnya, Rektor Unand Tafdil Husni mengatakan rumah sakit ini dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektare. Adapun biaya pembangunannya mencapai Rp 680 miliar.

“Dengan layanan kesehatan berkualitas. Sehingga kami bisa tingkatkan kelulusan dokter, dan meningkatkan profesionalitas profesi dokter ” ujarnya.

Rumah sakit ini memiliki 200 tempat tidur dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk pelayanan pasien. RS Unand melayani rawat jalan, pelayanan rawat inap, kamar operasi, UGD, instalasi farmasi, menerima rujukan, pelayanan ICU, dan ambulans.

RS Unand juga dilengkapi fasilitas radioterapi onkologi, kemoterapi, dan gastroenteritis yang modern. Sehingga diharapkan RS Unand bisa memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada pasien. “Program unggulannya pada penyakit keganasan dan gastrointestinal,” ujarnya.

Sebelum diresmikan wapres, sudah ada kegiatan bakti sosial, seperti operasi katarak yang telah dimulai dengan kegiatan skrining pasien,  17-26 Oktober 2017 lalu yang diikuti sekitar 80 pasien. Setelah dilakukan skrining, pasien yang akan menjalankan operasi pada 3-4 November 2017 sejumlah 38 pasien katarak dan 2 pasien pteregium. 

Sedangkan untuk kegiatan bakti sosial bibir sumbing skrining pasien dilaksanakan pada tanggal 1-2 November 2017 yang diikuti oleh pasien. Pasien yang telah mengikuti skrining akan menjalankan operasi pada tanggal 3-4 November 2017.

Untuk kegiatan bakti sosial, Rumah Sakit Unand tidak hanya membatasi bagi peserta yang berdomisili di kota Padang, namun juga terbuka untuk masyarakat Sumatera Barat bahkan di luar Provinsi, seperti Jambi dan Sumatera Utara.

Selain kegiatan bakti sosial, sebagai Rumah Sakit yang bermottokan "Bekerja dengan ilmu, amal, dan spiritual demi kemaslahatan pasien" Rumah Sakit Unand juga terus berbagi ilmu dengan mengadakan dengan kegiatan seminar yaitu tentang kesehatan kulit dan radioterapi terkini.

Seminar kesehatan kulit wajah dilaksanakan pada tanggal 1November 2017 dengan materi mengenai penggunaan kosmetik yang aman untuk kulit wajah yang disampaikan oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya. Peserta seminar juga disuguhkan berbagai tips mengatur keuangan untuk perawatan kulit yang disampaikan langsung oleh Ketua Dharma Wanita Universitas Andalas.

Pada tangal 2 November 2017 kegiatan dilanjutkan dengan seminar Radio terapi terkini. Sebagai Rumah Sakit yang terus memerhatikan mengenai kasus kanker di Indonesia, Rumah Sakit Unand hadir dengan didukung dengan peralatan yang canggih kesembuhan pasien kanker. Pada hari minggu 29 Oktober 2017 kegiatan ini juga diawali dengan senam sehat kanker.

Setelah melakukan Soft lanching pada tanggal 29 Maret 2017, Rumah Sakit Unand mulai memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kota Padang dengan hanya membuka beberapa pelayanan saja. Pada tanggal 1 Agustus 2017, masyarakat yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS telah bisa melakukan pengobatan di Rumah Sakit Unand.

Sebagai Rumah Sakit tipe C, Rumah Sakit Unand termasuk Rumah Sakit yang memiliki fasilitas yang lengkap dan canggih. Pada saat ini Rumah Sakit Unand membuka layanan IGD dan PONEK 24 jam, Laboraterium 24 jam, Radiologi 24 jam, dan Farmasi 24 jam, memiliki 17 poli spesialis, poli umum dan poli gigi.

Rumah Sakit Unand didukung dengan alat-alat canggih dalam kasus onkologi dan gastroenterologi, seperti dengan tersedianya radioterapi, kemoterapi, dan MIS. Untuk ruang rawatan, terdapat rawat inap VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III, Ruang HCU, ICU, ICCU, CVCU, PICU, NICU. Selain itu juga terdapat fasilitas penunjang lainnya. Di samping memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap, Rumah Sakit Unand juga didukung dengan tenaga medis yang professional. Bahkan,  Rumah Sakit Unand akan terus meningkatkan fasilitas pelayanan dan siap untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. (Fardianto).


google+

linkedin