BIJAK ONLINE (Padang)-Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, memimpin Rapat Koordinasi Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Sumatera Barat, di Auditorium Gubernuran, Jumat, 15 Desember 2017.

Tujuan rapat tersebut, selain untuk merajut dan membina kerukunan hidup antar umat beragama di Sumatera Barat, juga pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Barat.

"Alhamdulillah,  kalau sampai saat ini aman damai dan tentram walaupun satu atau dua pasti ada konflik, namanya juga manusia tapi bisa terkendali, bisa terjaga, dan tidak berdampak," kata Gubernur Sumbar,Irwan Prayitno.

Menurut Irwan Prayitno, urusan konflik bukan antar agama saja, tapi juga  antar sesama pemeluk bisa konflik. "Itu yang perlu dijaga, dan diantara kita juga banyak yang tidak toleransi dan tidak saling menghargai apalagi dengan etnis lain harus dijaga, karena perbedaan antar etnis membedakan karakter pribadi, prilaku yang itu semua nya bisa berpotensi konflik," ujar politisi PKS ini.

Sementara Kesbangpol Sumatera Barat Nazwir SH. M Hum, menyampaikan tidak ada yang mempersalahkan keagamaan dan etnis. "Semua persoalan hubungan antara etnis dan agama  sudah disampaikan oleh pak  gubernur, " kanya.

Kemudian, kata Nazwir , sebenarnya masalah konflik,  itu muncul dari pribadi dan karakter orang tersebut."Kini yang perlu kita informasikan kepada masyarakat jangan terjadi konflik, kalau terjadi konflik karena kepentingan pribadi jangan dibawa-bawa ke permasalahan agama dan etnis," ujarnya.

Salanjutnya, kata Nazwir,  kalau terjadi konflik antar agama FKUB, sebaiknya berdiskusi, dan untuk  menyelesaikan permasalahanya, itulah peran dari FKUB. (Fardianto)

google+

linkedin