Teks foto:Kepala Dinas Kesehatan Syahrizal Antoni ketika menerima piagam penghargaan dari Bupati Hendrajoni pada hari Kesehatan Nasional beberapa waktu lalu.

BIJAK ONLINE (PAINAN)-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memastikan daerah itu hingga kini belum terdampak wabah diffteri.

Kepala Dinas Kesehatan, Syahrizal Antoni menyampaikan sebagai langkah awal pihaknya telah menginstruksikan pada seluruh Puskesmas untuk menyosialisasikan terkait wabah diffteri pada masyarakat.

"Sudah. Itu sudah kami lakukan. Kalau kasus, Alhamdulillah hingga kini belum ada laporan," ungkapnya pada wartawan di Painan, Selasa (12/12).

Difteri merupakan infeksi yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae dan ditularkan dari orang ke orang.

Penularan biasanya melalui cairan pernapasan seperti saat batuk atau bersin. Wabah ini biasanya menyerang anak- anak usia di bawah lima tahun.

Gejala awalnya adalah demam yang tidak begitu tinggi, 38ºC. Munculnya pseudomembran atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan.

Kemudian, sakit waktu menelan yang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck.

Selain itu, disertai sesak napas dan suara mengorok. Secara nasional dari data Kementerian Kesehatan telah tercatat sebanyak 95 kabupaten/kota dari 20 provinsi yang terdampak diffteri.

Sementara untuk di Sumatera Barat terdapat pada dua kabupaten, yakni Pasaman Barat dan Solok Selatan. 

Bahkan, penderita di Pasaman Barat meninggal dunia pada September 2017 dan di Solok Selatan, selamat setelah mendapatkan perawatan intensif.

Untuk itu, Ia juga mengimbau pada seluruh masyarakat Pesisir Selatan agar menjaga daya tahan tubuh.

"Kemudian tentu yang tak kalah penting adalah masyarakat untuk dapat menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih," tutupnya. (Teddy Setiawan)

google+

linkedin