Bupati Hendrajoni ketika menerima calon investor dari berbagai negara di kawasan Asia dan Eropa beberapa waktu lalu di Painan.

BIJAK ONLINE (Pesisir Selatan)-Sektor pariwisata di Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat belum begitu diminati investor. Buktinya, belum satu pun investor yang menyatakan minatnya di destinasi wisata daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu.

Kepala Bidang Penanam Modal Dinas Penanan Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMP2TSP), Herman mengungkapkan sebagian investor yang datang baru hanya sekedar melihat-lihat saja.

"Ya, benar. Belum ada yang menyatakan keseriusannya. Satu pun belum ada yang memasukan permohonan izin prinsip mereka," ungkapnya pada Bijak Online di Painan, Senin (11/12).

Data DPMP2TSP mencatat sepanjang 2017 realisasi investasi mencapai Rp 160 miliar yang terdiri dari penanan modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Dari jumlah itu, penyumbang tertinggi terdapat pada industri pengolahan kelapa sawit, mencapai Rp 80 miliar. Kemudian disusul pengolahan gambir, dengan nilai investasi Rp 31 miliar. Setelah itu disusul investasi bidang perhotelan Rp 49 miliar, sehingga total infestasinya Rp 160 miliar, sesuai data DPMP2TSP.

Minimnya investasi sektor pariwisata, lanjut Herman tak lepas dari persoalan pengadaan lahan. Apalagi, saat ini Pesisir Selatan belum memiliki Peraturan Daerah tentang Tanah Ulayat."Nah, masalah ini menjadi salah satu  penyebab terbesarnya. Masalah tanah ulayat ini memang agak sulit," paparnya.

Persoalan pengadaan lahan di Sumatera Barat, tak terkecuali di Pesisir Selatan merupakan persoalan klasik yang tak kunjung usai.

Menurutnya, pemerintah kabupaten telah melakukan pertemuan dengan para pemangku adat terkait pengadaan lahan.

Namun sampai saat ini belum ada titik temu antara pemerintah kabupaten dengan kaum adat. "Mereka maunya tanah adat itu tidak dilepas begitu saja, tapi investasi itu harus melibatkan pemilik tanah adat di dalamnya," ujar Herman.

Sebelumnya, sejumlah investor asing di kawasan Asia, Eropa dan Amerika telah melakukan penjajakan terhadap sektor pariwisata.

Bahkan, hingga kini rencana investasi untuk Kawasan Ekonomi Khusus di Bukit Ameh Kecamatan Koto XI Tarusan juga belum ada kejelasan.

Kendati demikian, ulas Herman, pemerintah daerah tetap berupaya menggaet masuknya investasi sektor pariwisata.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan melakukan promosi terkait potensi sektor pariwisata di Pesisir Selatan. (Teddy Setiawan)

google+

linkedin