BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)----Polemik pembangunan WC Umum di pekarangan halaman depan SMPN 1 Payakumbuh, mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Kali ini datang dari seorang pengacara hebat Luak Limopuluah Setia Budi. SH. MH. Dia meminta, jika mekanisme dan aturan sudah ada, kenapa pekerjaannya harus diberhentikan.

Hal tersebut dikatakan Setia Budi kepada wartawan di Payakumbuh, Senin (11/12), Menurutnya, Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi jangan pengecut jadi pemimpin, sebab dibuat Walikota Payakumbuh itu, azas mamfaatnya adalah untuk masyarakat luas. Terjadi polemik itu hal biasa.

Lihatlah kota-kota besar, seperti terminal Baranang Siang, kota Bogor Jawa Barat, WC Umum juga dibuat ditengah kota, apalagi WC yang dibuat itu adalah bertaraf internasional. Artinya, kebersihan dan baunya juga terpelihara dengan baik, tak mungkin akan menyegat hidung. “Saya menyarankan, teruskan pembangunannya, “anjuran Budi nama akrap Setia Budi.

Ditempat terpisah, ketua Komisi V DPRD Propinsi Sumbar, Supardi kepada sejumlah awak media, baru-baru ini disalah satu Cafe di Kawasan Payakumbuh Utara, mengatakan, jika memang pembangunan WC yang disebut-sebut bertaraf Internasional itu menggunakan dana dari Dinas Pendidikan, tentu tidak ada masalah jika di bangun di kawasan pekarangan SMPN 1 Payakumbuh.

Sebab Kepala Dinas Pendidikan adalah “Walikota” di Bidang Pendidikan. Namun jika dana yang digunakan adalah dana dari Dinas lain dan dibangun WC umum yang ditempatkan dilingkungan sekolah, tentu hal ini sudah menyalahi aturan.

“Jika dana yang digunakan untuk membangun WC adalah Dinas Pendidikan, dan untuk kepentingan pendidikan, tentu tidak masalah. Namun jika dananya dari dinas lain dan dibuat wc umum yang ditempatkan dilingkungan sekolah, tentu hal ini sudah salah atau menyalahi aturan,” sebut Supardi.

Sebelummya Polemik pembangunan WC Umum dilingkungan pekarangan Sekolah SMPN 1 Payakumbuh di Jalan Sudirman Pusat Kota Payakumbuh membuat Komite sekolah dan sejumlah alumni melakukan aksi damai penolakan terhadap pembangunan tersebut. Bentuk protes tersebut dilakukan dengan cara membentangkan spanduk penolakan.

Namun sayang, Tak berselang lama Usai pemasangan spanduk oleh Komite dan Alumni, spanduk tersebut hilang dari lokasi semula. Namun Komite maupun alumni SMP 1 tak kehilangan akal, mereka kembali memasang spanduk baru dilokasi yang sama. Sama Seperti nasib spanduk sebelumnya, spanduk kedua tersebut juga Dibuka oleh pihak yang Merasa terusik.

Terkait pro-kontra pembangunan WC yang disebut-sebut dihentikan oleh Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, hal itu dibantah Kepala Dinas Kominfo kota Payakumbuh, Elvi Jaya.

Menurut Elvi Jaya, pekerjaan pembangunan WC itu memang dihentikan untuk sementara, karena sedang dilakukan evaluasi. “Rencananya Pemko akan tetap melanjutkan Pembangunan WC itu, namun masih menunggu hasil evaluasi," ulas Elvi Jaya.

Sementara itu Sekdako Payakumbuh, Benni Warlis, ketika diminta komentarnya terkait adanya kabar, bahwa pekerjaan pembangunan WC umum itu dihentikan untuk sementara membenarkan informasi tersebut.“ Benar, untuk sementara pekerjaan pembangunan WC tersebut kita hentikan dan akan dilakukan evaluasi. Kita menunggu masukkan dari masyarakat,” terangnya. (ada)

google+

linkedin