BIJAK ONLINE (Padang)---Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka Seminar Edukasi Lingkungan yang diikuti  wartawan dan wartawati dari berbagai media cetak dan online  dengan thema Jurnalis Lingkungan Membangun Kesadaran atau empati masyarakat terhadap lingkungan, di Pangeran Beach, Kamis, 11 Januari 2018.

"Jadi, walaupun tadi banyak saya apresiasi tentang wartawan yang paham tentang lingkungan, namun ada juga yang belum paham dan mengerti tentang lingkungan," kata Irwan Prayitno.

Menurut Irwan Prayino, salah satu tujuan seminar ini, untuk menyamakan persepsi, serta bertujuan untuk memahami secara utuh tentang lingkungan. "Walaupun saya yakin wartawan telah banyak mendapatkan informasi, pengetahuan, tapi tidak salah kalau kita mengkaji ulang untuk memperbanyak kaji, untuk mendapatkan dan mendengarkan langsung untuk memantapkan yang ada pada lingkungan, jadi untuk hari ini khusus seminar untuk wartawan yang dihadiri oleh wartawan," ungkapnya.

Untuk menyamakan presepsi, kata Irwan lagi, jelas akan menimbulkan kepedulian dan akhirnya akan ada aksi dalam bentuk aktifis lingkungan, baik untuk masyarakat, maupun  wartawan.  "Diharapkan melalui seminar ini, perlu kiranya menyamakan  presepsi, tak mungkin kepedulian muncul tanpa ada pemahamannya, tidak mungkin muncul aksi-aksi pembelaan lingkungan kalau kita tidak tertib, membuang sampah sembarangan, meludah-ludah sembarangan, itu kecil, itu menunjukkan kalau dia tidak peduli lingkungan," ujar Irwan Prayitno, sembari menambahkan,  tugas  dinas lingkungan hidup takelinenya sumbar bersih.

Kemudian kata Irwan, kenapa hutan yang  terbakar hutan di Jambi hebohnya orang Eropa, hebohnya orang Afrika. "Tapi  kalau orang Singapure heboh, ya wajar saja  karena asapnya  langsung kesana," katanya.

 Sedangkan hebohnya orang Eropa dan Afrika, karena masa depannya terganggu dan Kenapa masa depan mereka terganggu, dan persoalan ini perlu pemahaman, karena penyumbang oksigen terbesar dunia dari daerah tropis dan besarnya ada di Indonesia, maka disebutkan Indonesia ini paru-paru dunia, karena mensuplay oksigen. "Jadi kalau hutan terbakar, mereka langsung bereaksi. Kenapa? karena dia sadar lingkungan, kok kita disini yang menghirup tidak kritis, ngak protes, berarti kita tidak sadar," ujar Irwan Prayitno, sembari menambahak, masyarakat harus  menjadikan alam yang Allah berikan dan haruslah disyukuri keberadaannya, karena disitulah sistem kehidupan manusia. (fardianto). 

google+

linkedin