BIJAK ONLINE (LIMAPULUH KOTA)---Peringatan peristiwa Situjuah Batuah Tahun 2018 yang ke 69 membludak. Ribuan pasang mata hadir menyaksikan penampilan drama kolosal pejuang kemerdekaan oleh pemuda situjuah usai upacara peringatan di Lapangan Sepakbola Khatib Sulaiman, Situjuah Batuah, Senin (15/1).

Salah seorang pejuang yang ikut dalam peristiwa itu, Irman Sofyan (98) mengaku terharu, dimana dalam peristiwa ini kembali dikenang bagaimana perjuangan teman-temannya mempertahankan NKRI dalam peristiwa Situjuah Batuah. 

"Seperti inilah kami mejaga kesatuan NKRI, selalu dihujani peluru. Tapi semangat itu tidak pernah padam demi kemerdekaan Indonesia,"ujarnya melihat drama peristiwa Situjuah itu.

Sementara itu, para tokoh masyarakat setempat mengaku peringatan peristiwa Situjuah kali ini jauh meriah dari tahun-tahun sebelumnya. “Dalam peringatan peristiwa Situjuah tahun ini masyarakat ikut dilibatkan, termasuk mewajibkan pengibaran bendera merah putih di depan rumahnya masing-masing. Kedepan, kita berharap  makam syuhada lurah kincie menjadi makam pahlawan” ujar salah seorang tokoh masyarakat Situjuah Don Vesky Dt. Tan Marajo.

Dalam pergelaran drama kolosal ini, ditampilkan berbagai aksi penjajahan belanda dalam menangkap dan membunuh para syuhada peristiwa Situjuah, hingga penyerangan pasukan Singa Harau dalam pengusiran Belanda. Terlihat, para penonton larut dalam peringatan yang sangat meriah ini.

Sebelumnya, upacara yang dipimpin langsung Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dan ikut dihadiri Wakil Bupati Ferizal Ridwan, dan Forkopimda serta berbagai elemen masyarakat lainnya juga berlangsung hikmat dan lancar.

Dalam sambutannya, bupati Irfendi Arbi  mengharapkan peringatan peristiwa yang ke 69 ini mengingatkan agar selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Peristiwa ini jangan hanya dijadikan seremonial saja, namun bagaimana dari kita bisa mengambil hikmah dari perjuangan ini. Pengorbanan para syuhada yang gugur dalam medan perang di Lurah Kincia Situjuah harus dijadikan pelajaran bagi kita dalam menjaga keutuhan NkRI, karena NKRI itu harga mati,"ujarnya.

Irfendi mengajak, semua pihak untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal  yang akan mempecah belah bangsa.

Merefleksikan nilai- nilai dan semangat para pahlawan dan penjuang kemerdekaan bangsa merupakan tuntutan dan kesadaran yang harus dimiliki. Untuk itu, kembali saya ingatkan bagaimana kita dapat memaknai dan menjadikan pelajaran.

Kata Irfendi, dengan peringatan peristiwa Situjuah yang ke 69 ini hendaknya bagi generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya dijadikan sebagai sumber motivasi dan inovasi dalam membangkitkan semangat membangun daerah. 

"Yang terpenting bagaimana generasi penerus mengucapkan terima kasih dan penghargaan terhadap jasa 69 orang para syuhada yang telah gugur di lurah Kincie dalam upaya membela Negara,"jelasnya. (ada)

google+

linkedin