BIJAK ONLINE (PAYAKUMBUH)---Berbagai tahapan prestasi dan penilaian yang dilakukan Tim Independen Penilaian Adiwiyata tahun 2017. Secara berjenjang, akhirnya SDN 11 Payakumbuh raih juara Adiwiyata tingkat nasional, yang dimulai dari tingkat kota, provinsi dan pusat. 

Kepala Sekolah SD N 11 Payakumbuh Padang Kaduduk Kelurahan Tigo Koto Diate Kecamatan Payakumbuh Utara Syufriati kepada wartawan diruang kerjanya, Jum’at (12/1), menyebutkan, prestasi ini adalah prestasi kita bersama. Tanpa kebersamaan, prestasi ini tidak akan bisa kita raih. terima kasih jajaran Pemko Payakumbuh, Kankemenag, Masyarakat, walimurid dan pemerhati pendidikan dan lingkungan kota Payakumbuh.

“Kedepan kita akan fokus dengan Adiwiyata Mandiri, dengan memohon pembinaan dari OPD terkait. Disamping itu kita juga sangat fokus dengan kelancaran Proses Belajar Mengajar (PBM), terkait kebersihan akan kita jadikan tradisi. Mohon doa dan dukungan," ulas Syufriati.

Terlihat penghargaan Adiwiyata Nasional yang diraih SDN 11 Payakumbuh bernomor SK.692/MENLHK/P2SDM/.2/12/2017 tertanggal 8 Desember 2017 yang ditandatangani 2 menteri terkait Adiwiyata.

Terpisah, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jhon Kenedi, mengatakan, Adiwiyata Mandiri itu bermakna bagaimana semua unsur telah memiliki kesadaran menjaga lingkungan secara utuh, menjadikan PHBS sebagai tradisi. 

Dalam Adiwiyata mandiri, setidaknya ada 10 sekolah binaan dari SDN 11 Payakumbuh. Sehingga wawasan lingkungan bersih tidak hanya di 10 sekolah ini, tapi murid atau peserta didik mampu menerapkan dan membina hingga ke RT, kendatipun itu adalah orangtuanya. 

Berani menegur jika ada oknum yang membuang sampah sembarangan. Memberikan contoh memungut sampah dan membuangnya ke tempat sampah. “Jika semua sekolah sudah sadar dan menerapkan Adiwiyata, insyaallah Payakumbuh ini juga akan bersih dan sehat. Kita harapkan semua sekolah juga termotivasi," sebut Jhon Kennedi.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan A.H Agustion, mengicapkan selamat atas prestasi SDN 11 Payakumbuh, kepala sekolah sudah melaporkan perstasi ini kepada kami. Harapan kami, semua sekolah di Payakumbuh berwawasan lingkungan. Semoga semua sekolah tertular dan termotivasi untuk hal itu. Karena Prestasi itu merupakan simbol, sedangkan intinya bagaimana kita terapkan PHBS secara optimal. 

“Bukan berpacu saat ada lomba, tapi berkelanjutan, kendatipun terjadi mutasi dan rotasi. Semua hal baik dilanjutkan dan ditingkatkan kaderisasi. Prestasi ini tak luput dari kerjasama yang baik semua unsur terkait," jelas Agustion.

Selain memiliki sekolah berwawasan lingkungan, SDN 11 Payakumbuh juga miliki sarana ibadah, kantin sehat, bebas asap rokok, taman bunga, tanaman TOGA, taman dapur hidup dan pengolahan sampah menjadi kompos dengan binaan KLH, bahkan komposnya juga sudah menjadi finansial. Satu karung kompos tersebut dihargai Rp10.000. Selain itu sampah berupa kaleng juga dimanfaatkan sebagai pot bunga, ujar Agustion. (ada)

google+

linkedin