BIJAK ONLINE (Padang)-Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menghimbau komunitas LGBT sadar dan kembali ke ajaran agama Islam, serta menghormati nilai-nilai adat atau budaya Minangkabau yang memegang teguh Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah.

"Kita sepakat bahwa gerakan mereka secara masif,  maka kita juga harus melakukan gerakan masif, tapi tentu kita menghimbau kepada seluruh anak-anak kita, komunitas LGBT ini untuk bisa sadar kembali, bahwa perbuatan tersebut yang pertama melanggar agama, dan norma, apalagi adat," ujar Nasrul Abit ketika memimpin rapat pembahasan kesehatan dan sosial di ruang rapat wagub, Jumat, 5 Januari 2018.

Kemudian wagub mengajak semua pihak mengambil langkah-langkah untuk meyadarkan mereka yang terpengaruh menjadi komunitas LGBT. "Kini sudah ada kesepakatan dengan Kakanwil Kemenag,   dinas kesehatan, time ahli dan konsuler yang hadir dan kita dalam waktu dekat langsung melakukan survey terhadat kegiatan LGBT di Sumatera Barat," kata mantan Bupati Pessel dua periode ini.

Kini, kata Nasrul Abit lagi,  sudah dilakukan survey selama 3 bulan dan berakhir April. Kemudian hasil hasil survey  akan di bicarakan dengan DPRD, ninik mamak, alim ulama, cadik pandai, tokoh masyarakat dengan tujuan ada inisiatif membuat Perda, baik perda provinsi, maupun perda kabupaten dan kota. 

Selanjutnya kata Nasrul Abit, berdasarkan hasil penelitian di Sumatera Barat ada komunitas  LGBT yang mendominasi, seperti Kota Padang, Payakumbuh,  Bukittinggi, Pariaman, dan Solok. Selama beberapa bulan terakhir ini sudah tercatat puluh ribuan pelaku LGBT yang tersebar di kabupaten dan kota di wilayah Sumbar. "Sanksinya tentu kita lihat sejauh mana, apakah tidak bisa sanksi pidana, sanksi apa yang bisa, dan masalah ini perlu pembahasan lebih panjang," ujar Ketua Gerindara Sumba ini.

Untuk jangka pendeknya, kata Nasrul Abit lagi,  akan diundang dinas terkait, seperti mengundang dinas kesehatan, dinas sosial kabupaten kota, dinas pendidikan, kementerian agama. "Kita akan mengajak semua dari stakeholder  melalui kakanwil barangkali untuk lingkungan kementerian agama,  bagaimana kita melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat yang belum terkena komunitas LGBT," turnya.

Kemudian, bagi generasi muda yang sudah terkena pengaruh atau telah masuk dalam komunitas LGBT,  agar bisa menyadari dirinya."Kini mari sama-sama kita jaga anak kemenakan dair bahaya atau pengaruh komunitas LGBT," kata Nasrul Abit. (Fardianto)

google+

linkedin