BIJAK ONLINE (Padang)-Gempa bumi yang terjadi pukul 16;56;53, dengan kekuatan 4.6 skal ricter Senen, 12-Februari 2018,  Kota Painan Pesisir Selatan, kedalaman 32 KM, dirasakan masyarakat Kota Padang dan Kota Painan.

 Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=4.6 SR. Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 1.98 Lintang Selatan dan 100.75 Bujur Timur, sekitar 32 kilometer Barat Daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada kedalaman hiposenter 32 kilometer.

Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Padang  berkisar II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau antara II MMI, dan II SIG BMKG atau Painan berkisar III MMI

Dilihat dari parameter gempabumi, diketahui bahwa gempabumi ini termasuk gempabumi dangkal dengan mekanisme sumber gempanya merupakan sesar naik dan hal ini dapat disimpulkan gempabumi ini diduga diakibatkan adanya aktivitas subduksi di Pantai Barat Sumatera. 

Sementara jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano).

Historis gempabumi merusak yang pernah terjadi berdekatan pada lokasi tersebut yaitu Gempabumi pada Tanggal 02 Juni 2016 dengan magnitude 6.5 SR. Sebanyak 3 orang luka berat, 13 orang luka ringan dan ratusan rumah rusak di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sehubungan dengan kejadian gempabumi disekitar Painan dan Padang, masyarakat khususnya di sekitar Painan dan Padang dihimbau agar tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan bahwa gempabumi setiap saat dapat terjadi. 

Padang Panjang, 12 Februari 2018
TTD
Rahmat Triyono, ST, Dipl.Seis,M.Sc
Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang

google+

linkedin