BIJAK ONLINE (Pasaman)--Kejaksaan Negeri Pasaman,  menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Pintu Padang-Botung Busuk Kecamatan Mapattunggul tahun anggaran 2016.

Dari empat orang tersangka diduga satu orang saat ini menjabat sebagai eselon tiga di Pemkab Pasaman dan dua orang staf ASN. Kemudian satu orang tersangka dari rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

"Empat orang tersangka tersebut adalah SLN (43), DS (44) DN (39) (anggota Pokja ULP Pemkab Pasaman. Dan satu orang inisial LJG (47) selaku rekanan PT.RCP" kata Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman, Adhryansah,SH, MH, Kasi Pidsus, Erik Eriyadi, SH dan Kasi Intelijen, Ihsan, SH, MH dalam jumpa pers, Kamis 15 Februari 2018.

Menurut Adhryansah ,dari hasil audit BPKP Perwalikan Sumatera Barat kerugian dari pengerjaan proyek senilai Rp3 Miliar tersebut sekitar Rp200 juta. Saat ini tersangka belum ditahan pihak kejaksaan. 

Peran dari tiga orang tersangka yang merupakan anggota Kelompok Kerja (Pokja) ULP Pemkab Pasaman ini diduga adanya permufakatan jahat antara Pokja dengan kontraktor. Sehingga menjadikan kontraktor PT. RCP sebagai pemenang tender.

"Padahal kontraktor sebagai pemenang tersebut diduga tidak memenuhi syarat sebagai pemenang. Akibatnya pekerjaan tersebut tidak memenuhi spek dan mutu" tegasnya.

Penyelidikan kasus dugaan korupsi ini dilakukan sejak April 2017. Setelah dilakukan penyelidikan, maka pihaknya mendapatkan alat bukti dan dilanjutkan dengan penyidikan.

Lambatnya penetapan tersangka karena pihak kejaksaan menunggu hasil audit dari BPKP Perwakilan Sumbar. "Mohon maaf, kami tidak bisa merinci kasus ini karena ini ranahnya nanti penyidikan. Kalau untuk lengkapnya silahkan nanti kawal dalam persidangan" Katanya. " (Fauzan)

google+

linkedin