TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kota Pariaman gelar Rapat Pleno penetapan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pariaman sebagai peserta Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) kota Pariaman Tahun 2018 di Aula Kantor KPU Kota Pariaman, Senin (12/2/2018).

Rapat tersebut dipimpin Ketua KPU Kota Pariaman, Boedi Satria didampingi jajaran Komisioner KPU Kota Pariaman. 

Boedi Satria mengatakan proses pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah terselanggara, dari tanggal 8-10 Januari 2018, dengan  pasangan calon, pertama Genius Umar - Mardison Mahyudin dengan partai pengusung Golkar, PBB, PAN, PPP, dan PDIP.

Kemudian, disusul pasangan Mahyuddin - M. Ridwan dengan partai pengusung Gerindra, dan PKS, dan ketiga Dewi-Pabrisal dengan partai pengusung Nasdem dan Hanura. 

Lebih lanjut, Ketua KPU menguraikan bahwa pada tanggal 11-12 Januari 2018 lalu, KPU Kota Pariaman telah melakukan proses pemeriksaan kesehatan, pemeriksan kesehatan jasmani dan rohani, Psikotest, dan tes bebas Narkoba yang dilakukan pihak BNN.

Rapat ditandai dengan pembacaan tata tertib, komisioner KPU Divisi Hukum Aisyah, terbuka untuk umum tentang penetapan pasangan calon, dilanjutkan komisioner Divisi Teknis Aldi Putra, menjelaskan ketiga pasang bakal calon (balon)  Wali Kota dan Wakil Wali Kota  sudah memenuhi syarat dan telah resmi menjadi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk Pilkada di bulan Juni mendatang.

Setelah itu, Ketua KPU menjelaskan dengan ditetapkannya para balon tersebut menjadi calon, maka semua aturan yang berhubungan dengan calon harus sama-sama di patuhi. "Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota telah resmi ditetapkan dan masih berstatus ASN maupun DPRD kota Pariaman harus mengurus pengunduran diri tertanggal 12 februari 2018 dengan paling lambat 5 hari sampai tanggal 17 februari 2018, disertai surat atau bukti tanda terima dari instansi, dan kemudian surat keteterangan  pengunduran diri yang sudah diproses oleh instansi terkait," tutup Boedi.

Sementara itu, Panwaslu Kota Pariaman Elmahmudi menyampaikan Panwaslu Kota Pariaman melakukan pengawasan untuk pencalonan ini dari tahapan pertama sampai rapat pleno penetapan calon. "Kemudian terkait dengan teknis dan mekanisme penerimaan verifikasi dan penelitian berkas panwaslu dan KPU Kota Pariaman akan selalu berkoordinasi secara berkelanjutan," tambahnya.

Namun, ungkap Elmahmudi terkait dengan suami atau istri pasangan calon yang merupakan ASN sudah diberi kelonggaran boleh ikut kampanye tetapi harus memiliki syarat yaitu wajib mengajukan cuti.

Hadir dalam acara tersebut, Sekdako Pariaman Indra Sakti, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Syafinal Akbar, Komisioner KPU Sumbar Fikon Dt. Sati, Anggota Bawaslu Sumbar Fifner, Ketua Pengadilan Negeri Pariaman Yoserizal, Kabag. Ops Polres Pariaman Kompol Abdul Syukur Felani, Pasi Ops. Kodim 0308 Kapten. Arh. Azral Koto, Ketua Panwaslu Kota Pariaman Elmahmudi didampingi Sekretaris Panwaslu Kota Pariaman Riky Falentino dan para pimpinan parpol pengusung paslon Pilkada Kota Pariaman. (rel/amir)

google+

linkedin