TABLOIDBIJAK.COM (Kota Pariaman)—Wali Kota Pariaman, Drs.H. Mukhlis Rahman, MM serahkan bantuan etalase bagi pelaku, usaha kuliner se-Kota Pariaman, di Ruang Pertemuan Dinas Perindagkop & UKM Kota Pariaman, Selasa (6/2/2018). 

Bantuan itu dianggarkan melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop & UKM), Kota Pariaman. 

Mukhlis Rahman, mengatakan bantuan etalase bagi pelaku usaha ini harus tepat sasaran, dan digunakan dengan baiknya."Bagi penerima bantuan etalase, harus yang berhak menerima dan sesuai dengan usaha dikelola pelaku usaha, seandainya tidak sesuai, jangan diambil dan berikan kepada yang berhak saja, karena ini uang negara jadi harus bermanfaat," ujar Mukhlis.

Dengan diberikannya bantuan ini, diharapkan dapat meningkatkan daya jual pelaku usaha sehingga meningkatkan ekonomi pelaku UMKM itu sendiri."Semakin banyak kunjungan orang ke Kota Pariaman, secara tidak langsung akan menambah omset penjualan pelaku usaha kuliner, tetapi kita harus mengutamakan kebersihan dan kenyamanan bagi konsumen," pungkasnya.

Dikatakan, pemerintah selalu membuat program dan kegiatan berorientasi untuk kemaslahatan masyarakatnya, dengan berbagai kegiatan dan upaya, agar masyarakat semakin tinggi tingkat ekonominya, sehingga pembangunan dilaksanakan dapat sesuai dengan visi dan misi daerah,” tukuk  Wali Kota Pariaman 2 periode ini. "Kota Pariaman saat ini telah menjadi destinasi kunjungan wisata baru baik di Sumbar, Sumatera, Indonesia, bahkan mancanegara, karena itu, kita harus menangkap peluang ini, dan bagi pelaku UMKM, harus dapat memaksimalkan peluang yang tercipta ini," tuturnya.    

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit, menyerahkan bantuan berupa  etalase untuk pelaku usaha  kuliner sebanyak 90 pelaku UMKM."Perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Pariaman cukup signifikan. Pada tahun 2013 UMKM di Kota Pariaman berjumlah 3.956 UMKM, di tahun 2016 UMKM di Kota Pariaman berjumlah 6.848 UMKM, artinya meningkat hampir 2 kali lipat atau sekitar 73% dan pada tahun 2017, jumlah UMKM menjadi 7.065 UMKM", jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dinasnya telah memberikan bantuan sebanyak 100 buah Gerobak Dorong, kepada pelaku UMKM mikro, pedagang kuliner keliling pada tahun 2017, yang sangat membantu dan menunjang perkembangan usaha mereka."Bantuan etalase yang kita bagikan kali ini, merupakan anggaran APBD Perubahan tahun 2017 untuk 90 pelaku UMKM, dengan total anggaran Rp. 200 juta, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (j/amir)

google+

linkedin